Disclaimer : Naruto ©Masashi Kishimoto
Wanted For Love
©Dandelion(ﺑﻬﺠﻪ)
Pair : SasuHina
Genre : Romance / Fight
Rated : T
Warning : Hinata dan beberapa karakter disini
OOC
Ket ;
Sasuke 22 tahun
Hinata
21 tahun
.
.
-=Cinta yang terangkai dalam kata-kata,
yang tak dapat diungkaplan oleh bibir=-
. . .
Rahasia apa yang menyelimuti kisah kami
Aku berjalan bersamamu dalam perjalanan ini
Jika harus berpisah biarlah maut yang
memisahkan kita Sasuke..
.
Tanpa mu jantung tak berdetak
Kami hanya saling jatuh cinta
Aku tak bisa hidup tanpa mu Hinata..
xXx
Catatan:
1 tahun yang lalu Hinata
baru saja kehilangan nenek tercintanya Kaguya, yang mengharuskannya pulang dari
Paris ke Jepang. Namun siapa sangka Hinata yang dulu pemalu sewaktu kecil
berubah drastic ketika Tou-sannya menyambut kedatangannya di bandara.
“Hey Dead what’s up”
Hiashi yang melihat
tingkah laku anaknya yang satu itu tak bisa berkata apa-apa.
Neji yang melihatnya
hanya ternganga. Dan Hanabi yang takjub melihat Nee-channya luar biasa
‘kerenn..’ menghambur memeluk Hinata yang sudah 8 tahun tak bertemu. Perubahan Hinata
yang membuat Hiashi naik darah hingga menyuruh Toneri orang kepercayaannya selalu
mengawasi Hinata saat dirinya tidak ada.
. . .
“Dimana Hinata?” Hiashi berbicara kepada
Toneri.
“Maafkan saya
Hiashi-sama saya kehilangannya..”
“Apa!!.. sudah ku
bilang padamu agar jangan membiarkannya lepas dari pengawasanmu” Jelas Hiashi
marah.
xXx
Seorang perempuan
berambut indigo mengambil hanponenya yang berdering. Sambil mengganti
pakayannya di toilet.
“Moshi moshi”
“Hinata-chan, kau
dimana? Kita akan pesta kau janji pada kita..”
Ino sedikit
berteriak, menelpon temannya yang tak kunjung datang. Suara bising, dan lampu
kelap-kelip, mereka sedang berada di diskotik.
“Oh.. ayolah
Ino-chan , kabur dari ayah itu sangat sulit kau tau dia bahkan menyuruh
seseorang untuk mengawasi ku..”
Sambil berjalan
mencari tempat teman-temnya..
Tenten melirik
orang-orang yang menari di lantai dansa siapa tau Hinata ada diantara mereka.
“Aku melihatnya..
Hinata-chan ..Disini…” Tenten melambai. Ino sibuk membenarkan make up nya.
“Hey guys..I miss
you… “ Hinata menyapa memeluk teman-temannya. Tenten, Sakura dan Ino.
“Ne Hinata-chan kau lama sekali, kau harus
punya pacar, agar lebih mudah kabur dari Ayah dan Neji sadako itu” Ino berkaca
sambil memakai maskaranya.
Hinata membalasnya
dengan cengiran.
“Kalian juga tak
ada yang mempunya pacar kan?” Jelas Hinata.
“Paling tidak kami
memiliki idola Hinata-chan, seperti Tenten yang suka Sadako!! Phfft..” Ino
menahan tawanya.
“Ino-chan dia
bukan sadako dia pria tampan yang menawan.. ohh Neji.. lebih baik dari pada si
pucat smile” Tenten memberikan argumennya.
“Hahh.. meski kulitnya
pucat dia seniman yang hebat. Dan senyumnya itu..kyaaa!!” Ino mulai berkhayal..
“Kalian jangan
bertengkar” Hinata menengahi..
“Hentikan ocehan
kalian.. coba kalian lihat itu, pria bertopeng itu..” Sakura menunjuk seseorang
pria bertopeng lollipop yang menari aneh.
Mereka
menertawakan pria itu. Mereka bahkan mengejeknya.
“Siapa orang gila
itu?” Ino ikut menertawakannya.
“ Pecundang!..You
Lu..zer..!!” Hinata mengangkat tangannya kekepala jarinya membentuk hurup L yang
berarti Luzer. Hinata semakin tertawa bersama teman-temannya.
Sasuke yang
melihat Obito ditertawakan oleh Hinata dan teman-temannya. Mengambil topeng Obito yang terjatuh, dan
memberikan kepada Obito.
Sasuke berjalan
kearah Hinata. Menariknya kelantai dansa. Semua orang minggir dari lantai
dansa. Sasuke dance dengan sangat keren. Para wanita meneriakinya.
“Kyaaa.. siapa
laki-laki tampan itu”
“Kyaaaaa… kakkoi..
jadilah pacarku “
Bla bla bla ..
Diakhiri dengan
gerakan Sasuke menunjuk Hinata.
“Kau menantangku?”
Ujar Hinata.
Sasuke mendelikkan
bahunya. Menjawabnya dengan gumaman ‘Hn’..
Hinata menyuruh Dj
mengganti musiknya..
Pertarungan dance
pun terjadi..
“Gaya ku lebih
panas dari tarianmu.” Hinata menegaskan kepada Sasuke.
Tepuk tangan
berhamburan untuk kedua orang itu.
Tiba-tiba tangan
Hinata ditarik seseorang.
“Lepaskan aku
Toneri-kun” Hinata berusaha lepas dari cengkraman Toneri.
“Kau harus pulang
denganku, dan jangan mencoba kabur lagi atau aku akan berlaku keras padamu
Hinata” Toneri menarik pergelangan Hinata, hendak membawanya keluar dari sana.
*FashBack
“Berhentilah
menatap ku seperti itu Toneri”
“Aku ditugaskan
untuk mengawasi mu Hinata, ini adalah tugasku!”
Menatap Toneri
sebentar kemudian mencari akal agar bisa lepas dari pengawasannya.
“Aku mau ke
toilet..”
Toneri masih
memperhatikan Hinata. Mengikuti langkah keci Hinata.
“K-kau jangan
mencoba untuk mengikuti ku, atau akan beritahukan nanti pada Tou-san kau
mengintipku.”
Seketika wajah
Toneri memerah. Menghentikan langkahnya kemudian memalingkan wajah malunya.
“Aku akan menuggu
disini, kau jangan coba-coba kabur” Kali ini dia berbicara dengan badan
berbalik. Tak mempungkiri bahwa ia sebenarnya menyukai Hinata.
‘Apa yang kau lakukan Toneri
hah.. aku tidak boleh seperti ini. Aku tak boleh menaruh suka pada Hinata, kau
disini bertugas, ingat’
Toneri hanya bisa
merutuki dirinya.
Dilain tempat
Hinata yang melihat Toneri berpaling, berusaha kabur mencari jalan lain.
*FashBack Off
xXx
“Lepaskan aku
Toneri-kun” Hinata berusaha lepas dari Toneri
“Lepaskan dia”
Sasuke memegang pundak Toneri
“Siapa kau, kau
tak tahu apa-apa. Jangan mencampuri urusanku”
“Ku Bilang
Lepaskan Dia” Suara Sasuke mulai mengeras.
Toneri melepaskan
cengkramannya pada Hinata. Mendorong Sasuke. Sasuke termundur beberapa langkah.
Terjadilah perkelahian. Saling baku hantam. Toneri terjatuh, sudut bibirnya
megeluarkan darah.
Sasuke mengambil
lengan Hinata membawanya menjauhi kerumunan yang melihat aksinya barusan.
Sasuke bersama
teman-temannya meninggalkan Hinata.
Hinata yang
melihat Sasuke menjauh, mengejarnya.
“Arigatou..”
Hinata tulus mengucapkan itu.
Sasuke kembali
membalasnya dengan gumaman ‘Hn’ yang aneh menurut Hinata.
Sasuke melepaskan
jaketnya memberikan jaket hitam itu pada Hianata sebelum benar-benar pergi
bersama teman-temannya.
“Wowww.. Wowww..
cuittt cuitt” Gumaman oleh gerumunan orang-orang itu.
“Sa-suke- kun ..”
Sakura kaget matanya melebur ketika melihat Sasuke.
“Kapan dia
kembali..” Lanjutnya lirih.
*FashBack
“Hiks Hiks..
Tou-san..”
Kecelakaan yang
membuat ayah Sakura koma sudah satu tahu lamanya. Membuatya sangat membenci
klan Uciha. Ayahnya bekerja diperusahaan Uciha Corp, namun seseorang
mengkambing hitamkan ayahnya, menuduh ayahnya mengambil berkas berharga yang
sangat penting. Zetsu yang mengambil berkas itu. Dan menaruhnya di tas Kizashi
Haruno ayah Sakura. Fugaku termakan omongan Zetsu.
Semuanya sudah
direncanakan Zetsu. Dia tak menyukai Kizashi yang selalu mendapat pujian nomer
satu dari Fugaku, dia tak rela selalu menjadi nomor dua.
“Aku tak
melakukannya sungguh, Fugaku- sama tolong percayalah pada ku”
“Bisakah kau
membukitannya.. aku hampir tak percaya kau melakukan ini, padahal aku.. aku
sangat mempecayaimu sebagai tangan kanan ku Kizashi”
“Ku mohon
percayalah pada ku, aku akan membuktikannya”
“Aku akan berusaha
percaya padamu” ..
Zetsu yang
mendegar percakapan mereka mengendus kesal.
Dua hari kemudian
Kizashi membawa bukti bahwa Zetsulah yang mencuri berkas itu dan memasukkan ke
tasnya dan memfitnahnya.
Dijalan sambil
mengemudikan mobil hanponenya berderng. Kizashi berusaha meggapainya.
“Moshi Moshi..”
“ …. “ Tak ada
suara.
BRAKKKKK CKkEETTtttt…
Zetsu keluar dari
Truk bermuatan berat yang dikemudikannya sambil tertawa sinis.
Mengambil barang
bukti, yang menyatakan dialah pelakunya. Dan meninggalkan Kizashi didalam mobil
yang terbalik, tak sadarkan diri dengan darah mengalir dikepalanya.
Sakura yang
mengetahui ayahnya difitnah, sangat membenci perusahaan tepat ayahya bekerja
hingga membuat ayahnya koma.
“Fugaku –sama saya
ingin bertemu beliau”
“Maaf nona, anda tidak
memiliki izin untuk bertemu Fugaku-sama, beliau sedang sibuk”
“Ku mohon, hiks
hiks biarkan aku bertemu Fugaku-sama”
Sasuke yang baru
saja keluar dari kantor melihat Sakura.
“Dia bersama ku,
tolong biarkan dia masuk”
“Baik tuan muda”
Sasuke adalah cinta
pertama Sakura, semasa SMA mereka adalah teman dekat. Sakura sering
mengungkapkan perasaannya namun Sasuke tak pernah menanggapinya dengan serius
dia hanya mengganggap Sakura sebagai adiknya.
Sakura
menceritakan semuaya kepada Fugaku dan Sasuke. Penyelidikan dan detektif
dikerahkan untuk mencari bukti dan membersihkan nama Kizashi.
Semuanya sudah
berakhir pelakunya tertangkap namun ayahnya masih terbarig koma. Hari dimana
Sakura tak melihat Sasuke lagi karena Sasuke pergi keluar negri untuk
menyelesaikan studynya.
*FashBack Off
xXx
“Hinata-chan tadi
itu sangat keren, siapa pemuda tampan tadi?” Ino antusias membahas.
Hinata hanya
membalas dengan gelengan.
“Jidat tadi kau
terlihat bersemangat kenapa sekarang..” Perkataan Ino tercegat ketika melihat
cairan bening itu keluar dari mata Sakura..
“Sakura-chan a-
apa yang terjadi..” Hinata memeluk sahabatnya.
“A- aku hiks ingin
ke Rumah Sakit.”
“Gomen..aku tidak
bermaksud..”
“Tidak apa-apa
Ino-chan.” Sakura tau sahabatnya merasa bersalah.
Mereka semua
menemani Sakura, tujuan mereka kesini memang adalah untuk menghibur sahabat
mereka itu. Karena Sakura selalu terlihat murung jika teringat ayahnya.
Di Hospital Konoha
“Nona ayah anda
suda sadar..” Sizune suster yang merawat ayah Sakura, memberikan kabar yang
sangat menggembirakan.
Ternyata Mebuki
Haruno ibu Sakua juga sudah ada disana.
“Tou-san” Sakura
memeluk ayahnya. Hinata dan teman-teman terharu melihat mereka.
xXx
Manshion Uciha
“Tou-san ada apa
memanggilku?”
“Ada sesuatu yang
harus kau tahu Sasuke”
“Tahu? apa maksud
Tou-san?”
“Kau tau Hiashi Hyuuga. Dia yang membuat
Kaa-san mu bunuh diri. Dan aku mendengar kau hari ini berkelahi membela seorang
gadis. Wanita itu dia adalah putri Hyuuga Hiashi. Kau..Sasuke balaskan..
balaskanlah dendam Tou-san. Culik dan bunuh dia”
“…”
“Apa kau ragu,
jika kau ragu aku bisa menyuruh Itachi melakukannya.”
“Tidak Tou-san..
aku sendiri yang akan melakukannya”
Fugaku tersenyum,
dan memeluk Sasuke.
xXx
Hinata
mengemudikan mobil Koenigsegg Agera R putih kesayangannya yang seharga 16,4
miliar. Hadiah ulang tahun dari Kaguya sewatu di Paris sebelum neneknya itu
meninggal.
Namun beberapa
mobil Lamborgini Veneno hitam menyalip dan menghalangi jalannya. Hinata keluar
dengan membawa tongkat baseball.
“Siapa kalian?
Minggir atau kalian akan ku hajar dengan ini!”
“Kami ditugaskan
oleh ayah anda untuk menjadi pengawal anda” Laki-laki berambut kuning panjang
menjelaskan.
Seseorang berambut
Kuning jabrik mengambil lengan Hinata.
“Kau harus ikut
dengan kami, nyawa mu dalam bahaya. Kami ditugaskan untuk…”
“Lepaskan aku..
aku tidak percaya pada kalian” Hinata menepis tangan Naruto dari lengannya.
Dan keluarlah
Sasuke dari mobil Hitam itu.
“Kau??” Hinata menunjuk pria berambut reven yang
pernah ia temui itu.
“Aku ingin
menelpon ayahku…!”
Sasuke membiarkan
sedikit waktu Hinata untuk menelpon.
“Moshi-moshi
tousan beberapa orang bilang nyawaku dalam bahaya ,, Tou-san? Tou-san..?”
“…” Tidak ada jawaban.. hanya suara keributan di
sebrang sana.
“Halo Tou-san aku
tak bisa medengarmu hauskah aku pergi dengan mereka?”
Ditempat lain
Hiashi dan Neji sibuk membawa Hanabi ke Rumah Sakit.
“..Tou-san...” Neji memanggil Tou-sannya, sambil menggendong
Hanabi kedalam mobil.. mukanya sudah pucat pasi.
Hanabi memang
sudah lemah sejak lahir.
xXx
“Aku akan
menjelaskan semuanya, setelah kita sampai disana” Jawab Sasuke
“Lakukan apa saja
yang kau bisa, lakukan saja yang Tou-san katakan”
Hinata pasrah
masuk kedalam mobil yang sama dengan Sasuke.
“Berikan ponsel
mu, kami akan mematikannya untuk sementara. Agar penjahat itu tak bisa melacak
keberadaannmu” Sasori mengambil ponsel Hinata, memberikannya kepada Deidara.
Deidara membuang baterai dan kartu sim card ponsel Hinata, membuangnya
sembarang. Tanpa sepengetahuan Hinata tentunya.
xXx
Hiashi mencoba
menghubungi Hinata kembali.
“Nomor yang anda tuju sedang
tidak aktif. Silahkan coba lagi”
“Apa yang terjadi,
kenapa tidak bisa dihubungi” Mencoba menghubunginya berkali-kali namun tak
bisa. Kemudian mencoba menghubungi orang lain.
“Toneri cari
Hinata sekarang juga, dan bawa beberapa pengawalmu untuk mencarinya. Aku
mempunyai firasat buruk..”
“Hai wakarimas
Hiashi-sama..”
‘semoga firasatku tidak
benar’
Hiashi mulai
panic.
xXx
Disebuah gubuk tua
didaerah gurun pasir. Mereka sekarang berada di Sunagakure. Hari sudah malam.
“Aku ingin pulang
,,, aku ingin tou-san kesini, beritahu tousan kyaaaaa…… aku mau pulang. Keluar
, aku biang keluar ”
Hinata melemparkan
gelas dan piring yang berisi makanan yang baru saja dibawakan Naruto.
Naruto meghindari
lemparan-lemparan itu dan bergegas keluar.
“Oi Teme bagaimana
ini? Dia mengamuk!!“ Naruto sedikit syok berada didalam.
Sasuke sedikit
megintip, memastikan keadaan Hinata. Hinata menangis. Sasuke masuk, membuka
pintu itu pelan.
“Hiks hiks....”
KriUuuuuUkkK
Perut Hinata
berbunyi.
“Makanlah, aku
akan menemani mu makan.” Sasuke ikut duduk disamping Hinata. Sedikt senyuman
ketika melihat gadis itu makan dengan lahapnya.
“Nama ku Sasuke.”
Naruto, Sasori,
Tobi dan Deidara keluar dari persebunyian mereka.
Sasuke
memperkenalkan mereka.
“Yang berabut
kuning jambrik itu Naruto, yang memakai topeng itu Tobi, yang berwajah baby
face itu Sasori, dan laki-laki yang berambut panjang itu Deidara .”
Hinata mengngat
mereka.
“Hai Hinata-chan”
Sapa mereka.
xXx
Pagi Menyingsing
“Kau sedang apa?”
Hinata bertanya
“Mandi, ada
masalah?“ Sasuke bertanya balik
“Kau sebut ini
mandi!” Hinata tak percaya. Ini kan gurun sangat sulit mendapatkan air, tentu
saja. Sasuke hanya membesihkan wajahnya didepan sebuah kaca dan ada seember air
disana sasuke mencuci rambutnya.
Sasuke memandang
Hinata.
“Kau tidak ingin
mandi?”
“Ha??” Hinata
bingung, dia sangat ingin mandi tapi..melihat cara Sasuke ..
Sasuke melepaskan
bajunya. Hinata memalingkan wajahnya.
“Kau pasti punya
pacar” Hinata berguam
“Aku takpunya
pacar.” Jawab Sasuke
“Sungguh?”
“Hn, dan kau pasti
punya pacar kan?”
“Hehe.. aku juga
tidak punya” Hinata melirik Sasuke sedikit.
Sasuke selesai
berganti pakaian. Melangkah kearah Hinata.
Hinata gelagapan,
Sasuke mengambil helayan indigo itu dan menciumnya.
“Wah kau harus
mandi.”
Hinata cemberut,
kemudian mencium rambutnya.
‘Dasar pria menyebalkan’
Umpatnya.
Sasuke tersenyum
meninggalkannya. Kemudian membawakan seember air.
“Ini untuk apa?”
“Untuk mu, mandi”
xXx
Hiashi mendatangi
Uciha Corp.
“Dimana kau
menyembunyikan putri ku hah??”
“Siapa yang tahu
di mana dia atau dengan siapa?” Fugaku berbicara ..
“Bajingan..”
Hiashi hendak memukul Fugaku. Namun dihalangi Itachi yang ada di sana.
“Ingat Fugaku..
aku tak akan memaafkan mu jika saja sesuatu terjadi pada putriku. Camkan itu..”
“Aku tak melakukan
apapun, kau lihat!”
“Jangan berlagak
bodoh Uciha, aku tahu kau menyembunyikannya. DIMANA DIA??”
“Ya.. aku yang
menyembunyikannya, apa yang akan kau lakukan ha?? Hyuuga kau masih ingat
bagaimana caramu mengambil Hitomi dari ku.. bajingan itu adalah kau.. kau
bahkan tak becus menjaganya..”
“Bukankah kau sama
Uciha, aku juga mencitainya, tetapi dia memilih menderita bersama mu. Dia
sangat mencintai mu. Namun apa yang kau berikan menyiksanya hingga berakhir
menyedihan seperti itu.. Hahh.. Bajingan kau..”
Pegangan Itachi terhadap Hiashi terlepas. Hiashi
menghajar Fugaku. Perkelahian 2 orang yang telah menjadi ayah.
Itachi terperenjat
mengingat nama Hitomi yang disebutkan Tou-sannya.
*Flashback
Hiks hiks hiks..
Isakan tangis itu keluar dari kamar Mikoto. Itachi yang baru
berusia 10 tahun yang mendengarnya segera masuk ke kamar kaa-sannya itu. Benar
Mikoto lah yang menangis.
“Kaa-san ada apa? Apa yang terjadi”
“Kaa-san sudah lelah. Hiks.. sudah cukup 11 tahun. Dia masih
mencintai Hitom hiks..”
“Kaa-san ku mohon bertahanlah, demi kami.” Kami yang di maksud
Itachi adalah dirinya dan Sasuke yang masih berusia 5 tahun.
Mikoto mengusap air matanya dan memeluk Itachi kecil.
Seminggu berlalu .. Mikoto menemukan foto Fugaku dan Hitomi di
kantung baju suaminya.
Foto lama, ya kenanganan mereka. Mikoto masih ingat Fugaku kala
itu menolak dijodohkan dengannya, karena seseorang yang sangat ia cintai
Hitomi. Namun karena kekerasan Madara.. dan Hitomi yang dijohkan dengan Hiashi.
Membuat Fugaku marah dan sempat membuat pernikahan mereka kacau. Namun kala itu
Hitomi memilih Hiashi dan tidak memilihnya. Membuat hatinya berkecumuk dan
menerima menikah dengan Mikoto.
Usia pernikahan yang terbilang cukup sigkat. Setelah melahirkan
putri bungsunya anak kedua Hitomi dari Hiashi, Hitomi meninggal. Tak lama
saudara kembar Hiashi juga meninggal karena kecelakaan pesawat dan meninggalkan
anak mereka satu-satunya yaitu Neji. Neji tau Hiashi bukan ayah kandungnya
meski mereka kembar identik. Namun
Hiashi membolehkannya memanggilnya Tou-san.
Mikoto ingat kala itu Fugaku sangat marah. Dia bahkan menghajar
Hiashi yang lagi berkabung atas meninggalnya sang istri.
Melihat Fugaku yang selalu termenung menggumamkan nama Hitomi,
membuatnya sadar tak ada tempat utuknya meski dia sudah memberikan 2 anak yang
sangat tampan dan cerdas.
“Kaa-san ku mohon kaa-san.. jangan lakukan itu!!”
Mikoto berbalik melihat Itachi, yang meneriakkan namanya. Mikoto
berdiri di balkon
“Kaa-san.. “Sasuke yang melihat segera memanggil Tou-sannya
untuk segera ke lantai atas.
Hitomi tersenyum.
Butiran-butiran bening menetes dari pelupuk matanya.
Satu kalimat yang
sangat di ingat Itachi
‘Aku mencintai kalian’
“KAA-SANNNNNN”
Itachi berlari ingin menggapai kaa-sannya..
Fugaku yang
melihat Mikoto tak sempat menyelamatkannya.
“ARRRGGGGGGGGGGGHHHHH”
Fugaku frustasi. Baru saja dia kehilangan Hitomi untuk selamanya, istri yang
setia menunggunya untuk membuka hati untuknya pun juga meninggalkannya untuk
selamanya.
‘Tahukah kau Mikoto.. aku sudah mulai membuka
hatiku untuk mu sejak kelahiran anak pertama kita Itachi, maafkan aku yang
selama ini bersikap dingin pada mu. Sungguh aku sudah berusaha semampu ku,
maafkan aku.. aku hanya tak ingin kau menderita terlalu lama, aku bersikap
dingin agar kau menceraikan ku dan bahagia dengan pria lain, tapi bukan seperti
ini’
Flash Back Off
xXx
Sudut bibir Fugaku
dan Hiashi mengeluarka darah.
“HENTIKAN.. Aku
mengerti sekarang.. Tou-san kenapa kau begitu tega kepada Kaa-san Hah?? Kaa
–san sangat mencintaimu. Dan kau Hyuuga-sama kau juga tak mencintai istri mu
kan? Kau mencintai Kaa-san ku. Kalian.. kalian.. ARRRGGGHH… aku muak dengan
kalian. Jika kehadiran ku memang tak di inginkan untuk apa aku hidup.”
BRAKK..
Itachi keluar
berlari..
Perkelahian
terhenti. Fugaku mengejar Itachi..
Hiashi sendirian..
‘Kau bilang aku tak mencintai
nya hah.. aku sangat mencintai istri ku.. sangat Fugaku, andai kau tahu betapa
marahnya aku pada mu ketika Mikoto datang pada ku menangis karena sikapmu
padanya. Dulu aku memang mencintai Mikoto, tapi aku merlakannya yang lebih
memilihmu. Awalya rumah tangga ini memang dingin, tetapi menjadi hangat ketika
kelahiran anak pertama kami. Aku tak seperti mu.. hanya saja Kami-sama
memanggilnya lebih dulu, aku tak akan membiarkan mu menyakiti Hinata, dan aku
bisa berlaku sebalinya Fugku’
xXx
“Itachi berhenti..
ITACHIII…”
Guyuran hujan
membuat Fugaku samar-samar melihat Itachi yang berhenti tepat di depan jalanan
menunggu mobil akan menabraknya..
Sebuah mobil
pengangkut barang melintas..
Fugaku mendorong
Itachi
BRAKKKKK
Mata Itachi terbelalak..
“Tou..-san..”
Itachi menjambak rambutnya sendiri..
Berteriak
sekeras-kerasnya. Membawa ayahnya ke Rumah Sakit.
xXx
“Tou-san aku
megetahui keberadaan mereka” Neji mendapat informasi dari mata-mata.
“Bagaimana? Dimana
dia?”
“Mereka ada di
Sunagakure.”
“Cepat bawa semua
orang-orang kita kesana”
“Tou-san.. Yang
menculik Hinata adalah putra Uciha Corp. Sasuke..”
“Hn, aku sudah
mengetahuinya, pastikan Hinata selamat, dan jangan biarkan Uciha itu lolos,
bila perlu bunuh saja dia,” ..
xXx
Malam semakin
larut. Sasuke menjenguk Hinata di kamar yang sangat sempit,
“Gadis angkuh yang
cantik,“ Tanpa sadar Sasuke tersenyum
‘Akkkhh.. apa yang ku
pikirkan’
“Besok ulang tahun ku.” Hinata mengigau.
Sasuke mendekat
dan mencium kening hinata.
“ Happy bert
day..”
Sasuke
meninggalkan Hinata menutup kamar kecil itu.
Naruto, Sasori,
Deidara dan Tobi mengintip mereka.
“Apa mereka..”
Perkataan Naruto tecekat
“Sedang apa
kalian?.. “ Sasuke melihat teman-temannya yang ribut.
“AA… tidak
apa-apa!! “ Naruto nyengir geje, menggaruk kepala yang tak gatal.
Subuh pukul 05;12 am
Pagi ini giliran
Tobi yang berkeliling markas mereka. Dikejauhan Tobi melihat beberapa mobil
mengarah ke markas mereka. Tobi berlari sambil berteriak memanggil Sasuke ,
menyuruh Sasuke lari. Teriakan Tobi membuat musuh mengetahui keberadaan Tobi.
DOR DOR DOR
Sasuke melihatnya.
Persembunyian mereka diketahui. Sasuke berlari kearah Tobi, yang berlumuran
darah..
“Sa…su..ke khuk..
bawa dia kabur.. kau mencin..ta..i nya kan khuk..” Tobi tak sadarkan diri.
“Arrrgggggghhhhhhhh
“
Sasuke menjerit
frustasi berlari meniggalkan Tobi dalam keadaan sekarat.
Didalam gubuk
Hinata meunduk ketakutan.
Sasuke yang
melihat Hinata bersembunyi ketakutan memeluk Hinata.
“A- apa yang
terjadi? penjahat itu.. mereka menemukan kita?” Kata Hinata,
“Ya” kata Sasuke.
Sasuke mengulurkan tangannya, mengajak Hinata kabur bersamanya. Hinata
menyambut uluran tangan itu.
Sasuke mengambil motornya.
Hinata berada
dibelakang Sasukse,
“Jangan lepskan”
Sasuke mengambil tangan Hinata dan melingkarkan di pinggangnya.
“Um “ Hinata
mengangguk paham.
Medan pasir yang
berat mengharuskan para suruhan Hyuuga mengunakan heli.
Sasori tertembak.
Naruto dan Deidara, berusaha menghalagi para suruhan Hyuuga untuk megejar
Sasuke dan Hinata.
“Sasuke bersama
Hinata!!.. Kuulangi, Sasuke pergi dengan Hinata!” Toneri berteriak
“Ku peringatkan
jangan ada yang menembak..jangan ada yang menembak!!” Neji berada di heli,
“Berhenti kau
sudah terkepung,,” Toneri yang sedari tadi mengejar Sasuke dengan mobil
berhasil mengepungnya dengan beberapa pengawal.
“Dia tak bisa
menyebrangi jembatan . Jembatannya rusak”
Sasuke terkepung,
didepannya adalah sebuah jembatan tua yang rusak dan terputus.
“Pegangan yang
erat..”
“Takkan ku lepas”
Hinata semakin mengeratkan pegangannya.
“Dia menyebrangi jembatan? Semua unit, masuk.
Bergerak! Bergerak! Baergerak!”
Sasuke nekat
melewati jembatan yang terputus.
Dorrr
Lengan Sasuke
terkena satu tembakan dari para suruhan Hyuuga, Sasuke yang mengemudikan
diudara limbung, mereka berdua jatuh ke jurang , dibawah air yang deras mereka
hanyut dan menghilang.
“Apa Yang Kau
Lakukan Hahh??.. Kenapa Kau Menembaknya??”
Toneri memukuli
salah satu bawahannya yang bernama Sakon.
Toneri hilang
kendali. Neji datang menghalangi Toneri mengunci pergerakan Toneri.
“Lepaskan..
ARRGGHH.. Lepaskan aku!!”
“Tenangkan dirimu
baka.. kita pasti akan menemukannya. Aku Nii-sannya, aku yakin dia selamat.”
Meski terlihat lebih tenang dari pada Toneri, ada raut cemas di wajahnya yang
tak bisa ia sembunyikan.
“Kalian urus orang
ini.. Dan cepat lanjutkan cari Hinata CEPATT..” Lanjut Neji kemudian menunjuk
Sakon untuk diintrogasi.
Ke empat
teman-teman Sasuke dibawa Neji.
xXx
2 Hari kemudian
Hinata terbangun
disebuah gubuk kecil.
“Sasuke.. Sasuke
Diamana?
“Apa yang kau
maksud adalah pria yang bersamamu itu, dia berada diruangan sebelah,,” Sasuke
tak sadarkan diri dengan luka disekujur tubuhnya.
Hinata
memeluknya,,
“Aku tidak tau
tapi ,, aku mohon sembuhlah..aku mencintaimu”
“Aku juga
mencintai mu” Rupanya Sasuke sudah sadar.
“Apa kau mendengar
semuanya.” Hinata terkejut matanya terbelalak.
“Ya aku mendengar
semuanya.” Hinata memukul Sasuke..
“Ittai..” Hinata
panic ia tak ingat akan luka Sasuke..
“Gomen..”
Sasuke menyuruh
Hinata mendekat dan memelukknya.
xXx
Sudah 3 hari
mereka berada di desa Kiri Gakure.
“Apakah sekarang
sudah aman? Kapan kita akan kembali ke Konoha?” Hinata sudah tak sabar ingin
pulang bertemu Tou-san dan yang lainnya. Sasuke terdiam sejenak kemudian
mengangkat suaranya.
“Kita akan pergi
ke Konoha hari ini”
Hinata mengangguk.
Di Airport
“Aku ingin menelpon kerumah bolehkah?” Hinata
menunjuk telpon umum.
“Hn, “ Sasuke
masih belum menceritakan tentang dirinya yang sebenarnya kepada Hinata.
“Moshi Moshi..”
Hanabi menganggkat telpon yang brdering di rumahnya.
“Halo Hanabi, aku
Hinata..”
“Hinata Nee .. Kau
diamana?” Seru Hanabi sedikit panic dan
senang Hinata selamat.
“Aku di AirPort,
jangan khawatirkan aku.. aku bersama pengawal suruhan Tou-san”
“Pengawal..
pengawal apa Nee-chan!!”
“Iya aku bersama
Sasuke pengawal yang ditugaskan Tou-san menjagaku”
“Nee-chan Sasuke
bukan pengawal, dia menculik mu.. Tou-san mencari mu..semuanya khawatir dan
seluruh berita heboh tentang kau yang menghilang Nee-chan.. Nee-chan??”
Hinata menangis
melihat Sasuke.. Wajah Sasuke memancarkan kesedihan dan penyesalan. Sasuke
berpaling meninggalkannya.
Hinata mencari Sasuke.
“Kenapa kau
melakukan ini?”
“Kau sudah tau
semuanya..”
“…” Hinata hanya
diam..
“Pergilah..”
Sasuke mebelakangi Hinata
“Tidak mau, aku
takakan pergi, aku akan pergi bersama mu”
“Aku bukan
pengawal mu yang ditugaskan Hiashi-sama. Hinata aku ditugaskan untuk
membunuhmu..” Lirihnya.
Sasuke mulai
berbalik. Hinata tepat berada di depannya.
“Aku tak peduli.
Lihat aku.. Sasuke-kun ..ketika aku bersma mu setiap hari adalah kebahagiaan,
yang aku tau hanya kau yang bilang mencintai ku.”
“Hinata aku..”
“Apa kau mencintai
ku?” Hinata kembali bertanya.
“Ya, aku mencitai
mu. Kita akan melewatinya bersama.” Hinata memeluk Sasuke, Sasuke membalas
pelukan Hinata.
xXx
Manshion Uciha
Sasuke memegang
tangan Hinata, Hinata balas menggenggam tangan Sasuke.
“Nii-san.. aku “
“Bakka!! kau
datang hanya untuk membela dia..? Cinta itu telah membuatmu jadi penghianat Sasuke.”
Itachi mengambil
tangan Hinata, merebutnya dari Sasuke.
“Apa yang kau lakukan
Nii-san??”
Sasuke menghalangi
Itachi.
BuuKhh
Satu pukulan mulus
mengenai wajah Sasuke. Sasuke tersungkur, sudut bibirnya mengeluarkan darah.
“Sasukee!!” Hinata
meneriakkan nama Sasuke.
Itachi menjambak
rambut Hinata. Memandang benci pada gadis itu. Karena ibu gadis ini Mikoto
kaa-sannya menderita.
“Tak bisa
dimaafkan”
PLAKK
Itachi menampar
wajah gadis itu.
Sasuke bangkit,
meghajar Itachi.
BUkh Bukh BUKH
“Aku tak peduli,
meski kau memukulku, tapi jangan pernah menyentuhnya.” Sasuke sangat marah.
Sasuke mebawa
Hinata bersamanya..
Dor Dor Dor
Hiashi menembak
asal. Sasuke memeluk Hinata melindunginya.
Hiashi menghajar
Sasuke. Hiashi menodongkan senjatanya ke kepala Sasuke. Sasuke tak membalasnya,
dia hanya diam.
“Hinata menghalangi pistol itu dengan badannya.”
Hiashi tak percaya Hinata ingin melindungi laki-laki yang menculiknya. Namun
dia menurunkan pistolnya.
xXx
Sasuke berada di
jeruji besi. Hinata kesana, mereka hanya bisa berbicara dibalik sel..
Besok adalah
persidangan sasuke, Hinatalah yang akan menjadi saksi.
Hari Persidangan
Hinata melakukan
sumpah sebeum bersaksi..
“Aku hanya akan
berbicara kebenarannya.. dan tidak ada yang benar. Dan kebenaran adalah ..
..Sasuke, pacar
ku.”
Keributan terjadi…
para reporter bertanya-tanya. Apa yang sebenarnya terjadi antar dua keluarga
terpandang itu.
Di Manshion Hyuuga
Hiashi menampar
hinata.
“Apa yang kau
bicarakan tadi, HAH?? Memalukan.”
“Gomenasai..
Tou-san ...Tapi dia melindungiku selama 14 hari”
BRAK
Pintu kamar itu
ditutup keras oleh Hiashi, yang tak ingin mendengarkan penjelasan Hinata.
Hinata mengambil jaket pemberian Sasuke, ketika awal pertemuan mereka .
xXx
“Kau harus
menemukan seseorang yang akan bersedia menikahi putrimu. Hiashi”
“Apa maksudmu
Sabaku Rasa?”
“Untuk mempererat
tali persahabatan kita, dan untuk persatuan bisnis, aku ingin melamarkan anak
mu untuk putraku Sabaku Gaara”
xXx
Manshion Hyuuga
Neji mencari
Hinata di taman belakang Manshion Hyuuga. Hinata memang berada di sana.
“Tou-san ingin
bicara dengan mu”
“Baiklah, aku akan
segera kesana.”
Ruangan Hiashi
Hiashi
memperkenalkan seseorang laki-laki bersurai merah.
“Dia dari keluarga
besar Sabaku”
“Sabaku Gaara”
Gaara memperkenalkan dirinya.
Hinata hanya diam,
namun Hiashi membalasnya dengan tatapan tajam. Hinata pun memperkenakan dirinya.
“Hinata, Hyuuga
Hinata”
Gaara
menanggapinya dengan sedikit tersenyum,
“Hinata Sabaku
Gaara adalah calon suami mu.”
“A- apa?? Tou- san
aku tidak mau”
“APA YANG KAU
KATAKAN.. JAGAN MEMBANTAH HINATA!!”
“HINATA!!” Hinata
pergi tanpa pamit.
Gaara kembali menyunggingkan
senyumnya, belum ada seseorang yang menolaknya, dan Hinata membuatnya semakin
tertarik.
“Maafkan putri ku
Hinata, ..”
“Aku adalah akhir
tragis dalam kehidupan Sasuke dan Hinata”
Gaara berkata
sedih dihadapan Hiashi. Hiashi yang melihatnya merasa bersalah.
xXx
Hinata berbicara
kepada Sasuke yang berada di dalam jeruji besi.
“Pengadilan
mengampuni enam bulan hukuman” Hinata memulai.
“Hn” Sasuke hanya
membalasnya dengan gumaman.
“Sasuke.. aku akan pergi jauh..”
“Pergilah.. dengan
pergi kau akan mudah melupakan semuanya”
“Ya..kau benar..”
“…”
Sasuke berbalik
meninggalkan Hinata yang menangis setelah kepergiannya.
“Dia pikir jika
aku pergi jauh aku akan mudah melupakan semua ini!!”
Neji yang melihat
imoutonya menangis, menenangkannya membawaya kepelukan hangat sang kakak.
“Dia hanya akan
menjalani beberapa tahun penjara, Hinata..”
“Sasuke.. aku tahu
dia berjanji untuk berubah” Lirih Hinata
*Flash Back
“Nii-san kenapa harus Paris, aku tidak mau
Nii-san!”
“Kau tau Tou-san
keras kepala seperti mu..”
“…”
“Hinata..”
*Flash Back Off
Pada akhirnya
Hinata menyetujuinya.
‘Hanya kau yang ada di dalam
jiwa, aku akan tetap setia..Sasuke, tuggulah aku..’
2 tahun Hinata
pergi ke Paris.. mengikuti kemauan Tou-sannya untuk menyelesaikan Studinya,,
Mereka melewati hari demi hari yang berbeda.
Hari Kebebasan 2 tahun kemudian..
Hari ini Hinata
pulang ke Konoha. Rasa senang tak bisa ia pungkiri dari raut wajahnya. Senyum
yang selalu menghiasi rupanya.
Hinata sudah
menunggu Sasuke diluar.
Sasuke yang
melihat Hinata kaget Hinata setia menunggunya,
Hinata menghambur
memeluk Sasuke.
“Hey.. jika kau
seperti ini, aku tak bisa melupakan mu.”
Hinata memukul
pelan dada Sasuke,,
“Sasuke no baka”
mereka berdua tersenyum.
Seseorang
memperhatikan mereka dari dalam mobil tak jauh dari sana.
“Mungkin untuk
sekarang kalian bisa bersenang-senang tapi takkan lama..”
Menghisap
roroknya.
“Tuan, kemana kita
sekarang?” Kabuto sang supir bertanya.
“Kita ke Manshion
Sabaku”
xXx
“Kau tau? Aku di
Paris selalu merindukan mu.”
“Aku juga merindukanmu”
“Hey hey.. bisakah
kalian berhenti?? Aku sudah mendengar romance kalian berkali-kali!!”
“Kau iri ya
Naruto?” Sasori melempar pertanyaan.
“Urusai Urusai
Urusai…”
Deidara
menggelengkan kepala. Sedangkan Tobi menertawakannya. Kemudian memegang dadanya
yang merasa ngilu.
“HA.. itu keramat
menertawakan ku Tobi-chan” Naruto menyengir tanpa dosa.
Sasuke dan Hinata saling tersenyum.
Sasuke memulai semuanya dari awal, mengambil,
sebuah gudang tua dan mendesainya menjadi tempat olahraga yang keren, dengan
bantuan Hinata.
xXx
“Aku mencintai Sasuke Tou-san”
“Tou-san…tak
menyukainya. Jauhi dia dan sebentar lagi kau akan menikah dengan Gaara”
“Aku tidak mau!!”
“Jika kau
membantah, Tou-san tak segan-segan menghancurkannya.”
“Tou-san!!” Kali
ini Hinata menitikkan airmatanya. Mengepal erat tangannya.
“Jangan sentuh
dia”
“Tak akan jika kau
menyetujui pernikahan dengan Sabaku”
‘Hinata maafkan Tou-san..
Tou-san tak mau kau bersama anak Fugaku berengsek itu, Tou-san tak mau kau akan
berakhir seperti Mikoto’ Lirihnya
xXx
“Kau melamunkan
Sasuke dan Tuo-san”
“Dia bukan Tousan
mu Gaara, untuk apa kau kemari?”
“Aku disini untuk
memberikan semuah keterkejutan, bukan kejutan, kau calon istri ku Hinata”
“Ini menjadi seperti sebuah drama kan?” Lanjut Gaara mendekat, semakin mendekat.
Hinata mendorong
tubuh Gaara dan meninggalkannya.
Gaara menggeram..
“Satu-satunya
kebenaran adalah saat kau menjadi
milikku Hinata”
‘Aku akan menciptakan
kekacauan dalam kisah mereka’
xXx
Sasuke melihat
Itachi ke Rumah Sakit. Sasuke mengikutinya.
Disana terbaring 2
tahun lamanya Fugaku dalam keadaan koma. Sasuke yang baru mengetahuinya
mencegat Itachi yang baru saja keluar dari ruangan.
“Apa yang terjadi
pada Tou-san Hahh”Sasuke mencegkram kerah Itachi.
Itachi menepis
tangan Sasuke.
“Kau tau Tou-san
sangat membenci Hiashi? Sebelumnya Tou-san berkelahi dengan Hiashi dan
terungkaplah awal permusuhan mereka. Kenapa Tou-san menyuruhmu menculik dan
membunuh Hinata, dan apa yang kau lakukan??”
“Aku memang marah
kepada Tou-san ketika mengetahui kebenaran yang sebenarnya. Namun aku mengerti
kenapa Tou-san melakukannya. Mungkin kita memang tak diinginkan. Namun aku
mohon padamu bahagiakanlah Tou-san, selama ini dia sudah menderita. Jauhi
Hinata.” Lanjutnya
Itachi menangis.
Tubuhnya limbung. Sasuke menangkapnya. Itachi tak tau harus membenci, marah dan
perasaan menyayangi Tou-sannya. Menatap kosong pada Sasuke.
“Aku merasa
bersalah, Tou-san meindungi ku harusnya yang terbaring disana adalah aku!”
Sasuke tak berkata
apapun.
xXx
“Jauhi Hinata, kau tahu dia calon istri ku”
“Aku tau bahwa
cinta itu sia-sia.. jagalah dia, dan jangan pernah menyakitinya”
Gaara tersenyum
mendengar perkataan Sasuke.
“Kau hanya seorang
penjahat yang mencintai hime seorang putri Hiashi Hyuuga, kejahatan mengalir
dalam pembuluh darah mu Sasuke.”
“Hn”
“Sandiwara ini
harusnya sudah berakhir, mengerti?”
Sasuke berlalu
meninggalkan Gaara.
xXx
Gaara membuat
kesepakatan bersama Sasuke, meningat Hinata keras kepala, dia takkan mudah
percaya begitu saja jika tak melihat dengan mata kepaanya sendiri.
“Mengapa kau..”
“Ikut aku.. cepat”
Gaara membawa Hinata kesebuah Kafe
“Untuk apa kau
membawaku kesini, aku mau pulang” Gaara menahan tangan Hinata.
Seketika mata
Hinata tertuju pada tatapan Gaara di salah satu meja.
“Sa..Su.. Ke-
kun?” Mata Hinata melebur ketika melihat Sasuke mencium wanita pink sahabat
Hinata sendiri.
“Ini tidak benar
kan? JAWAB AKU SASUE-KUN??”
PLAKkk
Satu tamparan
mendarat mulus di pipi Sasuke.
Hinata segera
keluar dari kafe.
“ Kerja yang
bagus..” Gaara menghampri Sasuke dan Sakura, dan berlalu menyusul Hinata.
Tertingal Sasuke
yang mematung diam, dan Sakura yang merasa bersalah.
“Gomen..
Sasuke-kun, aku tau kisa cinta kalian, aku sangat merasa bersalah pada
Hinata-chan”
Sebenarnya Sakura
sudah menolak ajakan ciuman pura-pura Sasuke untuk mengelabui Hinata. Dan
setelah mendengar cerita Sasuke, Sakura masih saja menolak. Hingga Sasuke
memohon berlutut karena ini demi kebaikan Hinata. Sakura dengan terpaksa
menyetujuinya.
“Ini demi kebaikan
Hinata. Gomen Sakura, aku sudah melibatkamu.”Sasuke tertunduk lemas.
“Aku akan ke Rumah
Sakit” Sasuke berlalu meninggalkan Sakura.
xXx
Di Rumah Sakit
“Tou-san.. maafkan
aku, aku tidak bisa membunuhnya. Aku tidak bisa..”
Tak ada jawaban, hanya suara alat deteksi jantung
di monitor yang terdengar.
Pandangan matanya
kini terlihat kosong. Besok pernikahan Hinata. Haruskah dia datang melihatnya untuk yang terakhir kali. Sebelum
kepergiannya untuk selamanya.
“Besok .. Aku
ingin melihatnya untuk yang terakhir kali, mungkin aku akan lari dari semua ini,
dan menghilang untuk selamanya. “
Sakura yang berada
di luar tercegat beberapa saat ketika hendak membuka pintu. Berbalik dan
langsung berlari, meski hatinya hancur. Tak ada kesempatan untunya. Air mata
membuat Sakura tak focus dan menabrak seorang pria.
Bruk
Sakura terjatuh,
juga pemuda itu. Sakura buru-buru bangkit mengusap air matanya berbungkuk
meminta maaf pada pria yang ia tabrak barusan.
“Gomen aku
buru-buru”
“Tattebayo,, eh
Heyy!! Syal mu ..tertinggal” Naruto memungut Syal merah itu dan memakainya.
“Gadis itu
terburu-buru sekali, dia bahkan tak perduli dengan syalnya..” Deidara melihat
gadis yang berlari yang barusan menabrak Naruto.
“Naruto-chan kau
tak boleh memakai punya orang” Tobi memberi nasehat
“Berhetilah
memanggilku degan susfik chan yang menggelikan itu. Cukup kau saja yang
dipaggil Tobi-chan.” Naruto yang tak terima dirinya dipanggil chan.
Tobi hanya
mangut-mangut
Mereka ingin
menjenguk ayah Sasuke.
Sasuke keluar dari
ruangan Fugaku.
Pintu tertutup
menampilkan jari-jari Fugaku yang bergerak.
“Sa.. su. ke”
xXx
Naruto melihat
Sasuke yang baru saja keluar dari ruang rawat Fugaku.
“Oi Teme..” Dengan
nada cemprengya.
Deidara berada di
samping Naruto langsung menjitaknya
Pleetak
“Ittai..
“Memusut-musut kepalanya
“Baka kau lupa ini
rumah sakit hah??” Deidara dengan suara sedikit berbisik
“Hehehe gomen
gomen..” Dengan cengiran khas tanpa dosanya
Tobi hanya menutup
mulitnya rapat-rapat, takut kena jitakan maut Deidara.
“Kalian.. aku
sudah ingin pulang, jika kalian ingin menjenguk Tou-san ruang rawatnya ada di
sana” Sasuke menunjuk ruangan yang baru saja ia hampiri.
“Kau tak mau
menemani kami?” Naruto kembali bertanya
“Tidak” Sasuke
berlalu
“Dia kenapa?” ..
“Sudahlah Naruto
bukankah kita kesini memang untuk menjenguk Fugaku-sama.”
Mereka masuk.
xXx
“Fugaku-sama “
Mereka semua membungkuk hormat.
“Dimana Sasuke?”
Fugaku ingin bangun dari posisi berbaringnya. Dengan sigap mereka membantu.
“Sasuke baru saja
pergi, kami tidak tau dia kemana, tetapi..” Naruto berusaha menutup mulit Tobi.
“Tapi apa Tobi,
jangan ada yang kalian sembunyikan dariku, katakana saja. Apa yang terjadi
dengannya” Yang dimaksud Fugaku adalah Sasuke
Naruto
menceritakan semuanya perihal tugas yang diberikan pada Sasuke, dan tentang
hubungan mereka.
xXx
“Darah tak
mengalir melalui pembuluh darahnya. Tapi kejahatanlah yang mengalirinya. Semua
itu karena aku. Tolong katakan pada Sasuke, kejarlah gadis Hyuuga itu. Aku
merestui mereka”
“H- Hai” Jawab
mereka,
xXx
“Untuk menjaga kebohongan ini tetap hidup,
kebenaran harus mati” Gaara membatasi siapapun yang ingin bertemu Hinatanya.
Mengusir kehadiran
Sakura.
“Aku harus bertemu
Hinata-chan ku mohon biarkan aku bertemu dengannya”
“Maafkan kami
nona, tapi Nona Hinata tak bisa bertemu dengan anda.”
xXx
“Kami semua tau
soal kisah cinta mu Sasuke”
“Hn”
“Fugaku-sama..menginginkan
kau mengejar cintamu”
“Apa maksud
kalian?”
“Fugaku-sama sudah
sadar,,” Sasuke yang mendengar itu langsung berlari mencari kunci mobilnya
menuju Konoha Hospital.
Hoss Hoss Hosss..
“Tou-san??” Sasuke
mecari-cari Tou-sannya
“Tou-san? “
Ulangnya, berlari keluar mencari suster dan bertanya
“Uciha-sama sedang
berada di taman samping bersama seseorang yang mirip seperti anda”
Sasuke memberi
hormat tanda terimakasih. Dan menuju tempat yang di katakana suster tadi. Dan
benar disana ada Fugaku dengan kursi roda bersama Itachi yang membawanya
berkeliling taman.
Sasuke tak bisa
menyembunyikan raut bahagianya melihat Tou-sannya.
Fugaku yang
melihat Sasuke, meminta Itachi membawanya ke tempat Sasuke.
“Sasuke maafkan
Tou-san” Sasuke memeluk Tou-sannya
“Kejarlah gadis
impian mu itu. Kalian saling mencintai” Fugaku menepuk peln pundak Sasuke,
memberinya semangat.
Namun sesaat wajah
ceria itu berubah mejadi sendu.
“Baka otouto untuk
apa kau memikirkan yang lain. Kejar dia. Jika dia benar-benar mencintai mu dia
tak akan membencimu”
“Yossh.. apakah
tugas kami sekarang adalah mengacaukan pernikahan orang, Letan Sasuke” Naruto
dan teman-teman keluar dari persembunyian, rupa-rupanya mereka membuntuti
Sasuke.
“Tak perlu
menunggu besok. Hari ini juga aku akan ke sana”
“Tidak bisa..”
Sakura tiba-tiba datang diantara mereka.
“Aku baru saja
dari sana, namun aku diusir.” Bahkan Ino dan Tenten tidak bisa bertemu Hinata,
tak ada akses untuk menghubunginya”
“Tak ada cara
lain, kalian tau apa yang akan kalian lakukan besok” Sasuke menyeringai
xXx
“Hey!! Kau gadis
yang menabrak ku” Naruto menunjuk-nunjuk Sakura
“ Ini syal ku yang
hilang” Sakura tak mengubris pertanyaaan Naruto
“Kau.. Akkhh dasar
gadis tak tau sopan-santun” Naruto mngecak-ngacak rambutnya
“Kau sendiri
mencuri syal ku, dan waktu itu aku terburu-buru”
“Kau yang
menjatuhkannya. Aku memanggilmu, namun kau tak mendengarku”
Mereka
beertengkar.
“Mereka menemukan
jodohnya, Dei-senpai” Tobi mulai aneh
“Ha?? A- apa apaan
kau,, aku masih normal” Deidara mengambil petasan-petasan yang dibelinya tadi
untuk membuat kericuhan di hari pernikahan. Sekarang ia gunakan untuk melempar
kearah Tobi.
“Dei-senpai
jahattt..”
Petasan Deidara
habis. Sasori mengambil sesuatu yang ia beli untuk menghancurkan pernikahan Hinata.
“Bagaimana dengan
ini” Sasori menunjukkan racun yang ia beli tadi.
“Kau gila!! Sontak
semuanya mengatainya
“Hey dengan ini
kita bisa membawa Hinata-chan dengan aman”
“Bagaimana jika
Hinata-chan juga kena hah?? Bisa-bisa kita yang minum racun jika Sasuke ngamuk”
Naruto menjelaskan. Sakura merasa ngeri dengan saran teman-teman Sasuke itu.
Fugaku yang
melihat keakraban mereka tersenyum.
“Sakura, bagaimana
dengan Kizashi”
“Tou-san sudah
membaik.”
xXx
Hari Pernikahan
“Aku siap untuk
membawamu bersama Hinata” Sasuke dengan teman-temannya bersiap-siap
Hanya orang-orang
tertentu yang hadir dalam pesta pernikahan. Tak ada satupun teman-teman Hinata
yang diundang.
Hinata dan Gaara
menaiki altar, pendeta Jiraya sudah menunggu disana.
“Hentikan” Hinata
melihat seseorang yang berteriak. Yang berteriak itu adalah Sakura, Sakura yang
menyamar menjadi Kaa-sannya. Mencopot wiknya.
“Hinata Sasuke mencintai mu. Aku dan Sasuke
waktu itu hanya sebuah sandiwara. Kumohon hentikan pernikahan ini” Sakura
berteriak.
“Seret keluar
perempuan gila itu” Kankuro menyuruh dua bodyguard membawa Sakura keluar dari
sana.
Namun Naruto
datang menghajar dua bodyguard yang menyentuh Sakura.
Sasori Deydara dan
Tobi juga mengacau
‘cih bagaimana mereka bisa
masuk’
Gaara mulai marah.
Sasuke muncul di
antara gerumunan orang.
“Hinata aku
mencitai mu” Ucap Sasuke tulus
Sasuke mengulurkan
tagannya. Hinata hendak menggapai tangan Sasuke namun Gaara mencegatnya.
Gaara menarik
Hinata menggeretak dengan mengambil pistol di sakunya. Menodongkan di kepala
Hinata.
“Minggir kalian,
beri jalan. Aku bilang BERI JALAN!!”
Sasuke dengan
hati-hati mencari celah kelengahan Gaara.
Hiashi yang
mengetahui kebenarannya bahwa Sabaku hanya ingin mengambil harta keluarga
Hyuuga sangat marah.
Sabaku Rasa juga
menodongnya dengan senjata api.
“Kau benar-benar
bajingan Sabaku”
“Apapun itu aku
tak peduli, cepat tanda tangani ini. Jika kau dan anak-anak mu ingin selamat.”
Temari
mengeluarkan Hanabi yang sudah diikat, sambil menodong dengan pistol yang kapan
saja bisa menembus kepalanya. Kankuro menyeret Neji yang sudah berlumuran darah
akibat dihajar.
“Sebenarnya aku
ingin serius dengan mu Hinata, aku benar-benar menyukai mu, namun karena…kau
haya memilih Sasuke apa boleh buat” Gaara terseenyum kecut
“Kau merusak
kepercayaan semua orang Gaara”
“Aku tak peduli”
Sasuke mendapat
kesempatan menendang pistol itu dan menarik Hinata.
Sudut bibir Gaara
mengeluarkan darah.
xXx
Hiashi mengambil
kertas itu,
“Cepat!!” Desak
Sabau Rasa ayah Gaara
Hiashi merobek
kertas itu. Sabaku Rasa sangat marah menarik pelatuknya ..
DORRR
Darah mengalir
diantai.
xXx
Hinata menggigit
tangan Gaara. Dan berlari kearah Sasuke.
Sasuke menghajar
Gaara begitu pula sebaliknya, pukulan-pukulan telak. Darah mengalir di sudut
bibir mereka. Gaara bangkit dengan pisau di tanganya. Hinata melihatnya. Hinata
mendorong Sasuke.
Creep !
Keringat dingin,
wajahnya memucat.
“Hina-ta .. “
Gaara terperenjat.
Pisau yang
dipegangnya terjatuh. Sasuke melihat darah menetes. Hinata hampir ambruk. Gaara
memeluk Hinata..
“Hinata… Hinata..
Hiks hiks..” Gaara sangat takut
“KUSSO!!.. “
Sasuke menghajar Gaara dengan brutalnya.
Itachi datang
memisahkan Sasuke.
“LEPASKAN.. ARRRGGGG… akan ku bunuh kau Gaara” Sasuke
memberontak
“GHAKKK” Gaara
memuntahkan darah.
“Hinata..
HINATAAAAA” Sasuke memanggil namanya, Hinata langsung di bawa ke rumah Sakit,
Madara kepala polisi kakek Sasuke datang membawa pasukannya.
xXx
Kembali ketempat
Hiashi.
“TOU-SANN!!” Neji
berteriak.
Hanabi yang
mendengar suara tembakan dan teriakan Neji menangis histeris.
BRUKK
Sabaku Rasa ambruk. Mata Neji melebur. Bukan
Tou-sannya. Tapi si Sabaku ayah Gaara yang ambruk.
“Tou-san..Tou-san
TOUSANNNN hiks hiks hiks” Temari menangis
Madara Uciha yang
menembaknya.
Hiashi yang
melihatnya terkejut. Uciha dan Hyuuga sudah bermusuhan sejak lama tapi kenapa
dengan semua ini . apa yang terjadi?
Seluruh anggota
Sabaku diringkus.
xXx
“Sulit untuk
disampaikan, kurasa inilah akhirnya.” Menjeda sedikit, lalu melanjutkan.
“Karena kesalahan
ku dimasa lalu, membawa permusuhan hingga kepada kalian. Maafkan aku” Madara
Uciha membungkuk meminta maaf pada Hiashi.
Suara Sirine
ambulan membawa Hinata, diikuti mobil berikutnya yang membawa Sasuke, Sasuke
mengamuk, mendorong setiap orang yang ingin membantunya. Berlari tertatih-tatih
tanpa mempedulikan lukanya. Hanya Hinata yang ada dalam pikirannya.
xXx
Konoha Hopital
“Untungnya tak ada
organ yang terluka”
“Hinata kehilangan
banyak darah, jadi dia akan tinggal selama beberapa hari disini”
“Ya saya mengerti”
Hiashi
xXx
“Operasinya
berjalan lancar kau tak perlu secemas itu” Itachi berusaha menenangkan
otoutonya yang kelihatan gusar semalaman tak bisa tidur.
xXx
“Hatiku berpikir… tapi aku masih tak tahu.”
Hiashi berbicara
“Kau masih belum siap menerima kenyataan bahwa
Hinata mencintai Sasuke kan?” Madara member pendapatnya.
“Perasaan itu
datang terlambat, aku sangat menyesal aku hanya tak ingin Sasuke berakhir
seperti ku.” Fugaku
“Bisakah
aku percaya pada Sasuke putramu?” Hiashi
“Pada
akhirnya jika kalian tetap berkeras tak menjadi hanya sebuah kemungkinan mereka
akan mengakhiri kisah cinta dalam sebuah kematian, penyesalan selalu datang
disaat terakhir. Aku menyesal karena permusuhanku dengan alarhum Kaguya akan
berujung seperti ini.“ Madara menyesalinya.
Kaguya
adalah ibu dari Hitomi. Permusuhan yang membuat anak mereka menjadi korban dan
berlanjut menjadi sebuah dendam.
“Kesalahan kami
dimasa lalu menjebak kalian dalam lingkaran yang kami ciptakan. Maafkan aku.
Ini semua adalah salahku” Madara hendak berlutut di depan Hiashi. Hiashi
menahannya.
“Selama ini aku
menyembunyikan kebenarannya bahwa Hinata hanya mencintai Sasuke” Hiashi
xXx
.
.
.
Hinata turun dari
balkon dengan gaun putih cantiknya.
Sasuke datang
dengan menaiki kuda putih, katana di pinggangnya. Bak seorang pangeran yang
menjemput sang putri seperti sebuah dongeng.
Fugaku dan Hiashi
bersulang.
Pernikahan 2
bangsawan yang sangat menarik perhatian tak luput dari sorotan para reporter.
Madara sibuk
dengan para wartawan yang menginginkannya menceritakan perjuangan Sasuke
mendapatkan sang putri Hyuuga.
Toneri memberi
selamat kepada Hinata dan Sasuke.
“Kau.. jaga dia
baik-baik” Toneri memeluk Sasuke menepuk pundaknya.
Tiba Hinata
melemparkan bunga Sakura Ino Tenten dan Temari siap berebut.
“Dasar para
wanita..” Deidara sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Ku pikir kau juga
wanita” Neji berada di samping Deidara..
“GYAAAAAA” Deidara
kaget tak sengaja menjatuhkan gelas yang dipegangnya.
“A-a..ku
laki-laki, a-a-pa kau perlu bukti??”
Neji tak
menggubris perkataannya, dan langsung berbalik ketika berbalik dia menabrak
seorang gadis, ya gadis bercepol yang sangat mengidolakannya.
“Daijobbu ka?”
Neji memegang tangan Tenten, membuat yang empunya tangan wajahnya memerah dan
pingsan.
“Hahh.. kau.. apa
boleh buat aku akan membawanya ke kamar ku membiarkan dia beristirahat” Neji
mengangkat Tenten.
xXx
Sakura sangat
senang mendapat bunga yang menjadi rebutan para gadis itu.
Sakura membawanya
kepada Naruto, namun Naruto bersin-bersin, tiap didekati Sakura.
“Kau kenapa?”
Tanya Sakura
“A-Aku hatchi…
Alergi bunga itu hat..chi” Menggosok-gosok hidungnya yang kini memerah.
Sakura cemberut,
mengerucutkan bibirnya menaruh bunga itu ke meja yang jauh.
“Anata .. jangan
cemberut dong. Kita pasti akan menyusul mereka” Naruto tersenyum.
Memeluk belakang
Sakura.
Ino sangat senang
dirinya kini berdekatan dengan sang pelukis terkenal yang juga ada di
pernikahan Hinata. Sai mengabadikan pernikahan dua bangsawan yang dulu adalah
rival itu, dengan melukis kebersamaan mereka.
Ino : “Bolehkah
aku meminta foto bersama?”
Sai : “Kau sangat
cantik. Bolah.”
Sai : “Jika kau
mau aku ingin melukis mu sebagai modelku” Lanjut Sai
Ino sumringah
mendengarnya.
“Aku sangat mau”
Jawaban Ino membuat senyuman Sai semakin mengembang.
xXx
Kembali ketempat
Sasuke dan Hinata
“Aku mencintai mu
Hinata” Sasuke memeluk Hinata dari belakang
“Um.. Bagaimana
jika aku tidak”
Perkataan Hinata
membuat Sasuke memelototkan matanya,
“Katakan saja
kebenarannya! jika tidak..” Sasuke menggelitik Hinata
Tawa mereka tak
lepas dari sorotan kamera reporter yang akan menjadi trending topic artikel
mereka.
“Baiklah. Bailah
aku menyerah” Sontak Sasuke menaikkan sudut bibirnya. Memutar balik tubuh
Hinata yang baru saja menjadi nyonya Uciha.
“Cepat katakana
aku ingin mendengarnya”
“Tapi disini
banyak kamera Sasuke-kun”
“Aku tak peduli”
Sasuke terlihat merajuk
“Aku mencintai mu
Sasuke-kun, sangat mencintai mu” Sasuke tak berhenti menatap sang istri,
membuatnya yang sedari tadi berada di pelukan Sasuke tak bisa menyembunyikan
rona merah yang menghiasi pipinya karena sangat malu.
Cup
Sasuke yang
mencium Hinata.
xXx
Hari ini Sabaku
Rasa keluar dari Rumah Sakit dan menjalani pemeriksaan introgasi lebih lanjut.
Kankuro dan Temari bersama Gaara. Menunggu siding yang akan memutuskan hukuman
mereka.
xXx
Ketika semuanya
terasa berat untukku..
Aku tak bisa
berpikir apapun, hanya kau yang ada dalam pikiranku Sasuke
.
Ketika ku
putuskan untuk menghilang baying-bayang mu mengusikku.
Aku tak bisa
membiarkan mu bersamanya.
Aku tak
bisa..Hinata…
.
Ketika jalan yang
ku tempuh adalah kecurangan.
Aku tak peduli
jika itu adalah kau Hinata.
Namun ternyata aku salah..karma ini pantas untukku
aku menyesal..
END


Tidak ada komentar:
Posting Komentar