Kamis, 03 Maret 2016

Wanted For Love SasuHina by Dandelion (ﺑﻬﺠﻪ)



Disclaimer : Naruto ©Masashi Kishimoto
       Wanted For Love ©Dandelion(ﺑﻬﺠﻪ)
Pair        : SasuHina
Genre      :  Romance / Fight
Rated      : T
Warning       : Hinata dan beberapa karakter disini OOC
Ket ;       Sasuke 22 tahun
             Hinata 21 tahun
.
.
-=Cinta yang terangkai dalam kata-kata, yang tak dapat diungkaplan oleh bibir=-
. . .
Rahasia apa yang menyelimuti kisah kami
Aku berjalan bersamamu dalam perjalanan ini
Jika harus berpisah biarlah maut yang memisahkan kita Sasuke..
.
Tanpa mu jantung tak berdetak
Kami hanya saling jatuh cinta
Aku tak bisa hidup tanpa mu Hinata..

xXx
Catatan:
1 tahun yang lalu Hinata baru saja kehilangan nenek tercintanya Kaguya, yang mengharuskannya pulang dari Paris ke Jepang. Namun siapa sangka Hinata yang dulu pemalu sewaktu kecil berubah drastic ketika Tou-sannya menyambut kedatangannya di bandara.
“Hey Dead what’s up”
Hiashi yang melihat tingkah laku anaknya yang satu itu tak bisa berkata apa-apa.
Neji yang melihatnya hanya ternganga. Dan Hanabi yang takjub melihat Nee-channya luar biasa ‘kerenn..’ menghambur memeluk Hinata yang sudah 8 tahun tak bertemu. Perubahan Hinata yang membuat Hiashi naik darah hingga menyuruh Toneri orang kepercayaannya selalu mengawasi Hinata saat dirinya tidak ada.
. . .
 “Dimana Hinata?” Hiashi berbicara kepada Toneri.
“Maafkan saya Hiashi-sama saya kehilangannya..”
“Apa!!.. sudah ku bilang padamu agar jangan membiarkannya lepas dari pengawasanmu” Jelas Hiashi marah.
xXx
Seorang perempuan berambut indigo mengambil hanponenya yang berdering. Sambil mengganti pakayannya di toilet.
“Moshi moshi”
“Hinata-chan, kau dimana? Kita akan pesta kau janji pada kita..”
Ino sedikit berteriak, menelpon temannya yang tak kunjung datang. Suara bising, dan lampu kelap-kelip, mereka sedang berada di diskotik.
“Oh.. ayolah Ino-chan , kabur dari ayah itu sangat sulit kau tau dia bahkan menyuruh seseorang untuk mengawasi ku..”
Sambil berjalan mencari tempat teman-temnya..
Tenten melirik orang-orang yang menari di lantai dansa siapa tau Hinata ada diantara mereka.
“Aku melihatnya.. Hinata-chan ..Disini…” Tenten melambai. Ino sibuk membenarkan make up nya.
“Hey guys..I miss you… “ Hinata menyapa memeluk teman-temannya. Tenten, Sakura dan Ino.
 “Ne Hinata-chan kau lama sekali, kau harus punya pacar, agar lebih mudah kabur dari Ayah dan Neji sadako itu” Ino berkaca sambil memakai maskaranya.
Hinata membalasnya dengan cengiran.
“Kalian juga tak ada yang mempunya pacar kan?” Jelas Hinata.
“Paling tidak kami memiliki idola Hinata-chan, seperti Tenten yang suka Sadako!! Phfft..” Ino menahan tawanya.
“Ino-chan dia bukan sadako dia pria tampan yang menawan.. ohh Neji.. lebih baik dari pada si pucat smile” Tenten memberikan argumennya.
“Hahh.. meski kulitnya pucat dia seniman yang hebat. Dan senyumnya itu..kyaaa!!” Ino mulai berkhayal..
“Kalian jangan bertengkar” Hinata menengahi..
“Hentikan ocehan kalian.. coba kalian lihat itu, pria bertopeng itu..” Sakura menunjuk seseorang pria bertopeng lollipop yang menari aneh.
Mereka menertawakan pria itu. Mereka bahkan mengejeknya.
“Siapa orang gila itu?” Ino ikut menertawakannya.
“ Pecundang!..You Lu..zer..!!” Hinata mengangkat tangannya kekepala jarinya membentuk hurup L yang berarti Luzer. Hinata semakin tertawa bersama teman-temannya.
Sasuke yang melihat Obito ditertawakan oleh Hinata dan teman-temannya.  Mengambil topeng Obito yang terjatuh, dan memberikan kepada Obito.
Sasuke berjalan kearah Hinata. Menariknya kelantai dansa. Semua orang minggir dari lantai dansa. Sasuke dance dengan sangat keren. Para wanita meneriakinya.
“Kyaaa.. siapa laki-laki tampan itu”
“Kyaaaaa… kakkoi.. jadilah pacarku “
Bla bla bla ..
Diakhiri dengan gerakan Sasuke menunjuk Hinata.
“Kau menantangku?” Ujar Hinata.
Sasuke mendelikkan bahunya. Menjawabnya dengan gumaman ‘Hn’..
Hinata menyuruh Dj mengganti musiknya..
Pertarungan dance pun terjadi..
“Gaya ku lebih panas dari tarianmu.” Hinata menegaskan kepada Sasuke.
Tepuk tangan berhamburan untuk kedua orang itu.
Tiba-tiba tangan Hinata ditarik seseorang.
“Lepaskan aku Toneri-kun” Hinata berusaha lepas dari cengkraman Toneri.
“Kau harus pulang denganku, dan jangan mencoba kabur lagi atau aku akan berlaku keras padamu Hinata” Toneri menarik pergelangan Hinata, hendak membawanya keluar dari sana.
*FashBack
“Berhentilah menatap ku seperti itu Toneri”
“Aku ditugaskan untuk mengawasi mu Hinata, ini adalah tugasku!”
Menatap Toneri sebentar kemudian mencari akal agar bisa lepas dari pengawasannya.
“Aku mau ke toilet..”
Toneri masih memperhatikan Hinata. Mengikuti langkah keci Hinata.
“K-kau jangan mencoba untuk mengikuti ku, atau akan beritahukan nanti pada Tou-san kau mengintipku.”
Seketika wajah Toneri memerah. Menghentikan langkahnya kemudian memalingkan wajah malunya.
“Aku akan menuggu disini, kau jangan coba-coba kabur” Kali ini dia berbicara dengan badan berbalik. Tak mempungkiri bahwa ia sebenarnya menyukai Hinata.
‘Apa yang kau lakukan Toneri hah.. aku tidak boleh seperti ini. Aku tak boleh menaruh suka pada Hinata, kau disini bertugas, ingat’
Toneri hanya bisa merutuki dirinya.
Dilain tempat Hinata yang melihat Toneri berpaling, berusaha kabur mencari jalan lain.
*FashBack Off
xXx
“Lepaskan aku Toneri-kun” Hinata berusaha lepas dari Toneri
“Lepaskan dia” Sasuke memegang pundak Toneri
“Siapa kau, kau tak tahu apa-apa. Jangan mencampuri urusanku”
“Ku Bilang Lepaskan Dia” Suara Sasuke mulai mengeras.
Toneri melepaskan cengkramannya pada Hinata. Mendorong Sasuke. Sasuke termundur beberapa langkah. Terjadilah perkelahian. Saling baku hantam. Toneri terjatuh, sudut bibirnya megeluarkan darah.
Sasuke mengambil lengan Hinata membawanya menjauhi kerumunan yang melihat aksinya barusan.
Sasuke bersama teman-temannya meninggalkan Hinata.
Hinata yang melihat Sasuke menjauh, mengejarnya.
“Arigatou..” Hinata tulus mengucapkan itu.
Sasuke kembali membalasnya dengan gumaman ‘Hn’ yang aneh menurut Hinata.
Sasuke melepaskan jaketnya memberikan jaket hitam itu pada Hianata sebelum benar-benar pergi bersama teman-temannya.
“Wowww.. Wowww.. cuittt cuitt” Gumaman oleh gerumunan orang-orang itu.

“Sa-suke- kun ..” Sakura kaget matanya melebur ketika melihat Sasuke.
“Kapan dia kembali..” Lanjutnya lirih.
*FashBack
“Hiks Hiks.. Tou-san..”
Kecelakaan yang membuat ayah Sakura koma sudah satu tahu lamanya. Membuatya sangat membenci klan Uciha. Ayahnya bekerja diperusahaan Uciha Corp, namun seseorang mengkambing hitamkan ayahnya, menuduh ayahnya mengambil berkas berharga yang sangat penting. Zetsu yang mengambil berkas itu. Dan menaruhnya di tas Kizashi Haruno ayah Sakura. Fugaku termakan omongan Zetsu.
Semuanya sudah direncanakan Zetsu. Dia tak menyukai Kizashi yang selalu mendapat pujian nomer satu dari Fugaku, dia tak rela selalu menjadi nomor dua.
“Aku tak melakukannya sungguh, Fugaku- sama tolong percayalah pada ku”
“Bisakah kau membukitannya.. aku hampir tak percaya kau melakukan ini, padahal aku.. aku sangat mempecayaimu sebagai tangan kanan ku Kizashi”
“Ku mohon percayalah pada ku, aku akan membuktikannya”
“Aku akan berusaha percaya padamu” ..
Zetsu yang mendegar percakapan mereka mengendus kesal.
Dua hari kemudian Kizashi membawa bukti bahwa Zetsulah yang mencuri berkas itu dan memasukkan ke tasnya dan memfitnahnya.
Dijalan sambil mengemudikan mobil hanponenya berderng. Kizashi berusaha meggapainya.
“Moshi Moshi..”
“ …. “ Tak ada suara.
BRAKKKKK CKkEETTtttt…
Zetsu keluar dari Truk bermuatan berat yang dikemudikannya sambil tertawa sinis.
Mengambil barang bukti, yang menyatakan dialah pelakunya. Dan meninggalkan Kizashi didalam mobil yang terbalik, tak sadarkan diri dengan darah mengalir dikepalanya.
Sakura yang mengetahui ayahnya difitnah, sangat membenci perusahaan tepat ayahya bekerja hingga membuat ayahnya koma.
“Fugaku –sama saya ingin bertemu beliau”
“Maaf nona, anda tidak memiliki izin untuk bertemu Fugaku-sama, beliau sedang sibuk”
“Ku mohon, hiks hiks biarkan aku bertemu Fugaku-sama”
Sasuke yang baru saja keluar dari kantor melihat Sakura.
“Dia bersama ku, tolong biarkan dia masuk”
“Baik tuan muda”
Sasuke adalah cinta pertama Sakura, semasa SMA mereka adalah teman dekat. Sakura sering mengungkapkan perasaannya namun Sasuke tak pernah menanggapinya dengan serius dia hanya mengganggap Sakura sebagai adiknya.
Sakura menceritakan semuaya kepada Fugaku dan Sasuke. Penyelidikan dan detektif dikerahkan untuk mencari bukti dan membersihkan nama Kizashi.
Semuanya sudah berakhir pelakunya tertangkap namun ayahnya masih terbarig koma. Hari dimana Sakura tak melihat Sasuke lagi karena Sasuke pergi keluar negri untuk menyelesaikan studynya.
*FashBack Off
xXx
“Hinata-chan tadi itu sangat keren, siapa pemuda tampan tadi?” Ino antusias membahas.
Hinata hanya membalas dengan gelengan.
“Jidat tadi kau terlihat bersemangat kenapa sekarang..” Perkataan Ino tercegat ketika melihat cairan bening itu keluar dari mata Sakura..
“Sakura-chan a- apa yang terjadi..” Hinata memeluk sahabatnya.
“A- aku hiks ingin ke Rumah Sakit.”
“Gomen..aku tidak bermaksud..”
“Tidak apa-apa Ino-chan.” Sakura tau sahabatnya merasa bersalah.
Mereka semua menemani Sakura, tujuan mereka kesini memang adalah untuk menghibur sahabat mereka itu. Karena Sakura selalu terlihat murung jika teringat ayahnya.

Di Hospital Konoha
“Nona ayah anda suda sadar..” Sizune suster yang merawat ayah Sakura, memberikan kabar yang sangat menggembirakan.
Ternyata Mebuki Haruno ibu Sakua juga sudah ada disana.
“Tou-san” Sakura memeluk ayahnya. Hinata dan teman-teman terharu melihat mereka.
xXx
Manshion Uciha
“Tou-san ada apa memanggilku?”
“Ada sesuatu yang harus kau tahu Sasuke”
“Tahu? apa maksud Tou-san?”
 “Kau tau Hiashi Hyuuga. Dia yang membuat Kaa-san mu bunuh diri. Dan aku mendengar kau hari ini berkelahi membela seorang gadis. Wanita itu dia adalah putri Hyuuga Hiashi. Kau..Sasuke balaskan.. balaskanlah dendam Tou-san. Culik dan bunuh dia”
“…”
“Apa kau ragu, jika kau ragu aku bisa menyuruh Itachi melakukannya.”
“Tidak Tou-san.. aku sendiri yang akan melakukannya”
Fugaku tersenyum, dan memeluk Sasuke.
xXx
Hinata mengemudikan mobil Koenigsegg Agera R putih kesayangannya yang seharga 16,4 miliar. Hadiah ulang tahun dari Kaguya sewatu di Paris sebelum neneknya itu meninggal.
Namun beberapa mobil Lamborgini Veneno hitam menyalip dan menghalangi jalannya. Hinata keluar dengan membawa tongkat baseball.
“Siapa kalian? Minggir atau kalian akan ku hajar dengan ini!”
“Kami ditugaskan oleh ayah anda untuk menjadi pengawal anda” Laki-laki berambut kuning panjang menjelaskan.
Seseorang berambut Kuning jabrik mengambil lengan Hinata.
“Kau harus ikut dengan kami, nyawa mu dalam bahaya. Kami ditugaskan untuk…”
“Lepaskan aku.. aku tidak percaya pada kalian” Hinata menepis tangan Naruto dari lengannya.
Dan keluarlah Sasuke dari mobil Hitam itu.
“Kau??”  Hinata menunjuk pria berambut reven yang pernah ia temui itu.
“Aku ingin menelpon ayahku…!”
Sasuke membiarkan sedikit waktu Hinata untuk menelpon.
“Moshi-moshi tousan beberapa orang bilang nyawaku dalam bahaya ,, Tou-san? Tou-san..?”
“…”  Tidak ada jawaban.. hanya suara keributan di sebrang sana.
“Halo Tou-san aku tak bisa medengarmu hauskah aku pergi dengan mereka?”
Ditempat lain Hiashi dan Neji sibuk membawa Hanabi ke Rumah Sakit.
“..Tou-san...”  Neji memanggil Tou-sannya, sambil menggendong Hanabi kedalam mobil.. mukanya sudah pucat pasi.
Hanabi memang sudah lemah sejak lahir.
xXx
“Aku akan menjelaskan semuanya, setelah kita sampai disana” Jawab Sasuke
“Lakukan apa saja yang kau bisa, lakukan saja yang Tou-san katakan”
Hinata pasrah masuk kedalam mobil yang sama dengan Sasuke.
“Berikan ponsel mu, kami akan mematikannya untuk sementara. Agar penjahat itu tak bisa melacak keberadaannmu” Sasori mengambil ponsel Hinata, memberikannya kepada Deidara. Deidara membuang baterai dan kartu sim card ponsel Hinata, membuangnya sembarang. Tanpa sepengetahuan Hinata tentunya.
xXx
Hiashi mencoba menghubungi  Hinata kembali.
“Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif. Silahkan coba lagi”
“Apa yang terjadi, kenapa tidak bisa dihubungi” Mencoba menghubunginya berkali-kali namun tak bisa. Kemudian mencoba menghubungi orang lain.
“Toneri cari Hinata sekarang juga, dan bawa beberapa pengawalmu untuk mencarinya. Aku mempunyai firasat buruk..”
“Hai wakarimas Hiashi-sama..”
‘semoga firasatku tidak benar’
Hiashi mulai panic.
xXx
Disebuah gubuk tua didaerah gurun pasir. Mereka sekarang berada di Sunagakure. Hari sudah malam.
“Aku ingin pulang ,,, aku ingin tou-san kesini, beritahu tousan kyaaaaa…… aku mau pulang. Keluar , aku biang keluar ”
Hinata melemparkan gelas dan piring yang berisi makanan yang baru saja dibawakan Naruto.
Naruto meghindari lemparan-lemparan itu dan bergegas keluar.
“Oi Teme bagaimana ini? Dia mengamuk!!“ Naruto sedikit syok berada didalam.
Sasuke sedikit megintip, memastikan keadaan Hinata. Hinata menangis. Sasuke masuk, membuka pintu itu pelan.
“Hiks hiks....”
KriUuuuuUkkK
Perut Hinata berbunyi.
“Makanlah, aku akan menemani mu makan.” Sasuke ikut duduk disamping Hinata. Sedikt senyuman ketika melihat gadis itu makan dengan lahapnya.
“Nama ku Sasuke.”
Naruto, Sasori, Tobi dan Deidara keluar dari persebunyian mereka.
Sasuke memperkenalkan mereka.
“Yang berabut kuning jambrik itu Naruto, yang memakai topeng itu Tobi, yang berwajah baby face itu Sasori, dan laki-laki yang berambut panjang itu Deidara .”
Hinata mengngat mereka.
“Hai Hinata-chan” Sapa mereka.
xXx
Pagi Menyingsing
“Kau sedang apa?” Hinata bertanya
“Mandi, ada masalah?“ Sasuke bertanya balik
“Kau sebut ini mandi!” Hinata tak percaya. Ini kan gurun sangat sulit mendapatkan air, tentu saja. Sasuke hanya membesihkan wajahnya didepan sebuah kaca dan ada seember air disana sasuke mencuci rambutnya.
Sasuke memandang Hinata.
“Kau tidak ingin mandi?”
“Ha??” Hinata bingung, dia sangat ingin mandi tapi..melihat cara Sasuke ..
Sasuke melepaskan bajunya. Hinata memalingkan wajahnya.
“Kau pasti punya pacar” Hinata berguam
“Aku takpunya pacar.” Jawab Sasuke
“Sungguh?”
“Hn, dan kau pasti punya pacar kan?”
“Hehe.. aku juga tidak punya” Hinata melirik Sasuke sedikit.
Sasuke selesai berganti pakaian. Melangkah kearah Hinata.
Hinata gelagapan, Sasuke mengambil helayan indigo itu dan menciumnya.
“Wah kau harus mandi.”
Hinata cemberut, kemudian mencium rambutnya.
‘Dasar pria menyebalkan’
Umpatnya.
Sasuke tersenyum meninggalkannya. Kemudian membawakan seember air.
“Ini untuk apa?”
“Untuk mu, mandi”

                                                                    xXx
Hiashi mendatangi Uciha Corp.
“Dimana kau menyembunyikan putri ku hah??”
“Siapa yang tahu di mana dia atau dengan siapa?” Fugaku berbicara ..
“Bajingan..” Hiashi hendak memukul Fugaku. Namun dihalangi Itachi yang ada di sana.
“Ingat Fugaku.. aku tak akan memaafkan mu jika saja sesuatu terjadi pada putriku. Camkan itu..”
“Aku tak melakukan apapun, kau lihat!”
“Jangan berlagak bodoh Uciha, aku tahu kau menyembunyikannya. DIMANA DIA??”
“Ya.. aku yang menyembunyikannya, apa yang akan kau lakukan ha?? Hyuuga kau masih ingat bagaimana caramu mengambil Hitomi dari ku.. bajingan itu adalah kau.. kau bahkan tak becus menjaganya..”
“Bukankah kau sama Uciha, aku juga mencitainya, tetapi dia memilih menderita bersama mu. Dia sangat mencintai mu. Namun apa yang kau berikan menyiksanya hingga berakhir menyedihan seperti itu.. Hahh.. Bajingan kau..”
Pegangan  Itachi terhadap Hiashi terlepas. Hiashi menghajar Fugaku. Perkelahian 2 orang yang telah menjadi ayah.
Itachi terperenjat mengingat nama Hitomi yang disebutkan Tou-sannya.
*Flashback
Hiks hiks hiks..
Isakan tangis itu keluar dari kamar Mikoto. Itachi yang baru berusia 10 tahun yang mendengarnya segera masuk ke kamar kaa-sannya itu. Benar Mikoto lah yang menangis.
“Kaa-san ada apa? Apa yang terjadi”
“Kaa-san sudah lelah. Hiks.. sudah cukup 11 tahun. Dia masih mencintai Hitom hiks..”
“Kaa-san ku mohon bertahanlah, demi kami.” Kami yang di maksud Itachi adalah dirinya dan Sasuke yang masih berusia 5 tahun.
Mikoto mengusap air matanya dan memeluk Itachi kecil.
Seminggu berlalu .. Mikoto menemukan foto Fugaku dan Hitomi di kantung baju suaminya.
Foto lama, ya kenanganan mereka. Mikoto masih ingat Fugaku kala itu menolak dijodohkan dengannya, karena seseorang yang sangat ia cintai Hitomi. Namun karena kekerasan Madara.. dan Hitomi yang dijohkan dengan Hiashi. Membuat Fugaku marah dan sempat membuat pernikahan mereka kacau. Namun kala itu Hitomi memilih Hiashi dan tidak memilihnya. Membuat hatinya berkecumuk dan menerima menikah dengan Mikoto.
Usia pernikahan yang terbilang cukup sigkat. Setelah melahirkan putri bungsunya anak kedua Hitomi dari Hiashi, Hitomi meninggal. Tak lama saudara kembar Hiashi juga meninggal karena kecelakaan pesawat dan meninggalkan anak mereka satu-satunya yaitu Neji. Neji tau Hiashi bukan ayah kandungnya meski mereka kembar identik. Namun  Hiashi membolehkannya memanggilnya Tou-san.
Mikoto ingat kala itu Fugaku sangat marah. Dia bahkan menghajar Hiashi yang lagi berkabung atas meninggalnya sang istri.
Melihat Fugaku yang selalu termenung menggumamkan nama Hitomi, membuatnya sadar tak ada tempat utuknya meski dia sudah memberikan 2 anak yang sangat tampan dan cerdas.
“Kaa-san ku mohon kaa-san.. jangan lakukan itu!!”
Mikoto berbalik melihat Itachi, yang meneriakkan namanya. Mikoto berdiri di balkon
“Kaa-san.. “Sasuke yang melihat segera memanggil Tou-sannya untuk segera ke lantai atas.
Hitomi tersenyum. Butiran-butiran bening menetes dari pelupuk matanya.
Satu kalimat yang sangat di ingat Itachi
‘Aku mencintai kalian’
“KAA-SANNNNNN” Itachi berlari ingin menggapai kaa-sannya..
Fugaku yang melihat Mikoto tak sempat menyelamatkannya.
“ARRRGGGGGGGGGGGHHHHH” Fugaku frustasi. Baru saja dia kehilangan Hitomi untuk selamanya, istri yang setia menunggunya untuk membuka hati untuknya pun juga meninggalkannya untuk selamanya.
 ‘Tahukah kau Mikoto.. aku sudah mulai membuka hatiku untuk mu sejak kelahiran anak pertama kita Itachi, maafkan aku yang selama ini bersikap dingin pada mu. Sungguh aku sudah berusaha semampu ku, maafkan aku.. aku hanya tak ingin kau menderita terlalu lama, aku bersikap dingin agar kau menceraikan ku dan bahagia dengan pria lain, tapi bukan seperti ini’
Flash Back Off
xXx
Sudut bibir Fugaku dan Hiashi mengeluarka darah.
“HENTIKAN.. Aku mengerti sekarang.. Tou-san kenapa kau begitu tega kepada Kaa-san Hah?? Kaa –san sangat mencintaimu. Dan kau Hyuuga-sama kau juga tak mencintai istri mu kan? Kau mencintai Kaa-san ku. Kalian.. kalian.. ARRRGGGHH… aku muak dengan kalian. Jika kehadiran ku memang tak di inginkan untuk apa aku hidup.”
BRAKK..
Itachi keluar berlari..
Perkelahian terhenti. Fugaku mengejar Itachi..
Hiashi sendirian..
‘Kau bilang aku tak mencintai nya hah.. aku sangat mencintai istri ku.. sangat Fugaku, andai kau tahu betapa marahnya aku pada mu ketika Mikoto datang pada ku menangis karena sikapmu padanya. Dulu aku memang mencintai Mikoto, tapi aku merlakannya yang lebih memilihmu. Awalya rumah tangga ini memang dingin, tetapi menjadi hangat ketika kelahiran anak pertama kami. Aku tak seperti mu.. hanya saja Kami-sama memanggilnya lebih dulu, aku tak akan membiarkan mu menyakiti Hinata, dan aku bisa berlaku sebalinya Fugku’
xXx
“Itachi berhenti.. ITACHIII…”
Guyuran hujan membuat Fugaku samar-samar melihat Itachi yang berhenti tepat di depan jalanan menunggu mobil akan menabraknya..
Sebuah mobil pengangkut barang melintas..
Fugaku mendorong Itachi
BRAKKKKK
Mata Itachi terbelalak..
“Tou..-san..” Itachi menjambak rambutnya sendiri..
Berteriak sekeras-kerasnya. Membawa ayahnya ke Rumah Sakit.
xXx
“Tou-san aku megetahui keberadaan mereka” Neji mendapat informasi dari mata-mata.
“Bagaimana? Dimana dia?”
“Mereka ada di Sunagakure.”
“Cepat bawa semua orang-orang kita kesana”
“Tou-san.. Yang menculik Hinata adalah putra Uciha Corp. Sasuke..”
“Hn, aku sudah mengetahuinya, pastikan Hinata selamat, dan jangan biarkan Uciha itu lolos, bila perlu bunuh saja dia,” ..
xXx


Malam semakin larut. Sasuke menjenguk Hinata di kamar yang sangat sempit,
“Gadis angkuh yang cantik,“ Tanpa sadar Sasuke tersenyum
‘Akkkhh.. apa yang ku pikirkan’
“Besok  ulang tahun ku.” Hinata mengigau.
Sasuke mendekat dan mencium kening hinata.
“ Happy bert day..”
Sasuke meninggalkan Hinata menutup kamar kecil itu.
Naruto, Sasori, Deidara dan Tobi mengintip mereka.
“Apa mereka..” Perkataan Naruto tecekat
“Sedang apa kalian?.. “ Sasuke melihat teman-temannya yang ribut.
“AA… tidak apa-apa!! “ Naruto nyengir geje, menggaruk kepala yang tak gatal.
Subuh pukul 05;12 am
Pagi ini giliran Tobi yang berkeliling markas mereka. Dikejauhan Tobi melihat beberapa mobil mengarah ke markas mereka. Tobi berlari sambil berteriak memanggil Sasuke , menyuruh Sasuke lari. Teriakan Tobi membuat musuh mengetahui keberadaan Tobi.
DOR DOR DOR
Sasuke melihatnya. Persembunyian mereka diketahui. Sasuke berlari kearah Tobi, yang berlumuran darah..
“Sa…su..ke khuk.. bawa dia kabur.. kau mencin..ta..i nya kan khuk..” Tobi tak sadarkan diri.
“Arrrgggggghhhhhhhh “
Sasuke menjerit frustasi berlari meniggalkan Tobi dalam keadaan sekarat.
Didalam gubuk Hinata meunduk ketakutan.
Sasuke yang melihat Hinata bersembunyi ketakutan memeluk Hinata.
“A- apa yang terjadi? penjahat itu.. mereka menemukan kita?” Kata Hinata,
“Ya” kata Sasuke. Sasuke mengulurkan tangannya, mengajak Hinata kabur bersamanya. Hinata menyambut uluran tangan itu.
 Sasuke mengambil motornya.
Hinata berada dibelakang Sasukse,
“Jangan lepskan” Sasuke mengambil tangan Hinata dan melingkarkan di pinggangnya.
“Um “ Hinata mengangguk paham.
Medan pasir yang berat mengharuskan para suruhan Hyuuga mengunakan heli.
Sasori tertembak. Naruto dan Deidara, berusaha menghalagi para suruhan Hyuuga untuk megejar Sasuke dan Hinata.
“Sasuke bersama Hinata!!.. Kuulangi, Sasuke pergi dengan Hinata!” Toneri berteriak
“Ku peringatkan jangan ada yang menembak..jangan ada yang menembak!!” Neji berada di heli,
“Berhenti kau sudah terkepung,,” Toneri yang sedari tadi mengejar Sasuke dengan mobil berhasil mengepungnya dengan beberapa pengawal.
“Dia tak bisa menyebrangi jembatan . Jembatannya rusak”
Sasuke terkepung, didepannya adalah sebuah jembatan tua yang rusak dan terputus.
“Pegangan yang erat..”
“Takkan ku lepas” Hinata semakin mengeratkan pegangannya.
 “Dia menyebrangi jembatan? Semua unit, masuk. Bergerak! Bergerak! Baergerak!”
Sasuke nekat melewati jembatan yang terputus.

Dorrr
Lengan Sasuke terkena satu tembakan dari para suruhan Hyuuga, Sasuke yang mengemudikan diudara limbung, mereka berdua jatuh ke jurang , dibawah air yang deras mereka hanyut dan menghilang.
“Apa Yang Kau Lakukan Hahh??.. Kenapa Kau Menembaknya??”
Toneri memukuli salah satu bawahannya yang bernama Sakon.
Toneri hilang kendali. Neji datang menghalangi Toneri mengunci pergerakan Toneri.
“Lepaskan.. ARRGGHH.. Lepaskan aku!!”
“Tenangkan dirimu baka.. kita pasti akan menemukannya. Aku Nii-sannya, aku yakin dia selamat.” Meski terlihat lebih tenang dari pada Toneri, ada raut cemas di wajahnya yang tak bisa ia sembunyikan.
“Kalian urus orang ini.. Dan cepat lanjutkan cari Hinata CEPATT..” Lanjut Neji kemudian menunjuk Sakon untuk diintrogasi.
Ke empat teman-teman Sasuke dibawa Neji.
xXx
2 Hari kemudian
Hinata terbangun disebuah gubuk kecil.
“Sasuke.. Sasuke Diamana?
“Apa yang kau maksud adalah pria yang bersamamu itu, dia berada diruangan sebelah,,” Sasuke tak sadarkan diri dengan luka disekujur tubuhnya.
Hinata memeluknya,,
“Aku tidak tau tapi ,, aku mohon sembuhlah..aku mencintaimu”
“Aku juga mencintai mu” Rupanya Sasuke sudah sadar.
“Apa kau mendengar semuanya.” Hinata terkejut matanya terbelalak.
“Ya aku mendengar semuanya.” Hinata memukul Sasuke..
“Ittai..” Hinata panic ia tak ingat akan luka Sasuke..
“Gomen..”
Sasuke menyuruh Hinata mendekat dan memelukknya.
xXx
Sudah 3 hari mereka berada di desa Kiri Gakure.
“Apakah sekarang sudah aman? Kapan kita akan kembali ke Konoha?” Hinata sudah tak sabar ingin pulang bertemu Tou-san dan yang lainnya. Sasuke terdiam sejenak kemudian mengangkat suaranya.
“Kita akan pergi ke Konoha hari ini”
Hinata mengangguk.
Di Airport
 “Aku ingin menelpon kerumah bolehkah?” Hinata menunjuk telpon umum.
“Hn, “ Sasuke masih belum menceritakan tentang dirinya yang sebenarnya kepada Hinata.
“Moshi Moshi..” Hanabi menganggkat telpon yang brdering di rumahnya.
“Halo Hanabi, aku Hinata..”
“Hinata Nee .. Kau diamana?” Seru Hanabi sedikit panic dan  senang Hinata selamat.
“Aku di AirPort, jangan khawatirkan aku.. aku bersama pengawal suruhan Tou-san”
“Pengawal.. pengawal apa Nee-chan!!”
“Iya aku bersama Sasuke pengawal yang ditugaskan Tou-san menjagaku”
“Nee-chan Sasuke bukan pengawal, dia menculik mu.. Tou-san mencari mu..semuanya khawatir dan seluruh berita heboh tentang kau yang menghilang Nee-chan.. Nee-chan??”
Hinata menangis melihat Sasuke.. Wajah Sasuke memancarkan kesedihan dan penyesalan. Sasuke berpaling meninggalkannya.
Hinata  mencari Sasuke.
“Kenapa kau melakukan ini?”
“Kau sudah tau semuanya..”
“…” Hinata hanya diam..
“Pergilah..” Sasuke mebelakangi Hinata
“Tidak mau, aku takakan pergi, aku akan pergi bersama mu”
“Aku bukan pengawal mu yang ditugaskan Hiashi-sama. Hinata aku ditugaskan untuk membunuhmu..” Lirihnya.
Sasuke mulai berbalik. Hinata tepat berada di depannya.
“Aku tak peduli. Lihat aku.. Sasuke-kun ..ketika aku bersma mu setiap hari adalah kebahagiaan, yang aku tau hanya kau yang bilang mencintai ku.”
“Hinata aku..”
“Apa kau mencintai ku?” Hinata kembali bertanya.
“Ya, aku mencitai mu. Kita akan melewatinya bersama.” Hinata memeluk Sasuke, Sasuke membalas pelukan Hinata.
xXx
Manshion Uciha
Sasuke memegang tangan Hinata, Hinata balas menggenggam tangan Sasuke.
“Nii-san.. aku “
“Bakka!! kau datang hanya untuk membela dia..? Cinta itu telah  membuatmu jadi penghianat Sasuke.”
Itachi mengambil tangan Hinata, merebutnya dari Sasuke.
“Apa yang kau lakukan Nii-san??”
Sasuke menghalangi Itachi.
BuuKhh
Satu pukulan mulus mengenai wajah Sasuke. Sasuke tersungkur, sudut bibirnya mengeluarkan darah.
“Sasukee!!” Hinata meneriakkan nama Sasuke.
Itachi menjambak rambut Hinata. Memandang benci pada gadis itu. Karena ibu gadis ini Mikoto kaa-sannya menderita.
“Tak bisa dimaafkan”
PLAKK
Itachi menampar wajah gadis itu.
Sasuke bangkit, meghajar Itachi.
 BUkh Bukh BUKH
“Aku tak peduli, meski kau memukulku, tapi jangan pernah menyentuhnya.” Sasuke sangat marah.
Sasuke mebawa Hinata bersamanya..
Dor Dor Dor
Hiashi menembak asal. Sasuke memeluk Hinata melindunginya.
Hiashi menghajar Sasuke. Hiashi menodongkan senjatanya ke kepala Sasuke. Sasuke tak membalasnya, dia hanya diam.
 “Hinata menghalangi pistol itu dengan badannya.” Hiashi tak percaya Hinata ingin melindungi laki-laki yang menculiknya. Namun dia menurunkan pistolnya.
xXx
Sasuke berada di jeruji besi. Hinata kesana, mereka hanya bisa berbicara dibalik sel..
Besok adalah persidangan sasuke, Hinatalah yang akan menjadi saksi.
Hari Persidangan
Hinata melakukan sumpah sebeum bersaksi..
“Aku hanya akan berbicara kebenarannya.. dan tidak ada yang benar. Dan kebenaran adalah ..
..Sasuke, pacar ku.”
Keributan terjadi… para reporter bertanya-tanya. Apa yang sebenarnya terjadi antar dua keluarga terpandang itu. 
Di Manshion Hyuuga
Hiashi menampar hinata.
“Apa yang kau bicarakan tadi, HAH?? Memalukan.”
“Gomenasai.. Tou-san ...Tapi dia melindungiku selama 14 hari”
BRAK
Pintu kamar itu ditutup keras oleh Hiashi, yang tak ingin mendengarkan penjelasan Hinata. Hinata mengambil jaket pemberian Sasuke, ketika awal pertemuan mereka .
xXx
“Kau harus menemukan seseorang yang akan bersedia menikahi putrimu. Hiashi”
“Apa maksudmu Sabaku Rasa?”
“Untuk mempererat tali persahabatan kita, dan untuk persatuan bisnis, aku ingin melamarkan anak mu untuk putraku Sabaku Gaara”
xXx
Manshion Hyuuga
Neji mencari Hinata di taman belakang Manshion Hyuuga. Hinata memang berada di sana.
“Tou-san ingin bicara dengan mu”
“Baiklah, aku akan segera kesana.”
Ruangan Hiashi
Hiashi memperkenalkan seseorang laki-laki bersurai merah.
“Dia dari keluarga besar Sabaku”
“Sabaku Gaara” Gaara memperkenalkan dirinya.
Hinata hanya diam, namun Hiashi membalasnya dengan tatapan tajam. Hinata pun memperkenakan dirinya.
“Hinata, Hyuuga Hinata”
Gaara menanggapinya dengan sedikit tersenyum,
“Hinata Sabaku Gaara adalah calon suami  mu.”
“A- apa?? Tou- san aku tidak mau”
“APA YANG KAU KATAKAN.. JAGAN MEMBANTAH HINATA!!”
“HINATA!!” Hinata pergi tanpa pamit.
Gaara kembali menyunggingkan senyumnya, belum ada seseorang yang menolaknya, dan Hinata membuatnya semakin tertarik.
“Maafkan putri ku Hinata, ..”
“Aku adalah akhir tragis dalam kehidupan Sasuke dan Hinata”
Gaara berkata sedih dihadapan Hiashi. Hiashi yang melihatnya merasa bersalah.  
xXx
Hinata berbicara kepada Sasuke yang berada di dalam jeruji besi.
“Pengadilan mengampuni enam bulan hukuman” Hinata memulai.
“Hn” Sasuke hanya membalasnya dengan gumaman.
 “Sasuke.. aku akan pergi jauh..”
“Pergilah.. dengan pergi kau akan mudah melupakan semuanya”
“Ya..kau benar..”
“…”
Sasuke berbalik meninggalkan Hinata yang menangis setelah kepergiannya.
“Dia pikir jika aku pergi jauh aku akan mudah melupakan semua ini!!”
Neji yang melihat imoutonya menangis, menenangkannya membawaya kepelukan hangat sang kakak.
“Dia hanya akan menjalani beberapa tahun penjara, Hinata..”
“Sasuke.. aku tahu dia berjanji untuk berubah” Lirih Hinata
*Flash Back
 “Nii-san kenapa harus Paris, aku tidak mau Nii-san!”
“Kau tau Tou-san keras kepala seperti mu..”
“…”
“Hinata..”
*Flash Back Off
Pada akhirnya Hinata menyetujuinya.
‘Hanya kau yang ada di dalam jiwa, aku akan tetap setia..Sasuke, tuggulah aku..’
2 tahun Hinata pergi ke Paris.. mengikuti kemauan Tou-sannya untuk menyelesaikan Studinya,, Mereka melewati hari demi hari yang berbeda.
Hari Kebebasan 2 tahun kemudian..
Hari ini Hinata pulang ke Konoha. Rasa senang tak bisa ia pungkiri dari raut wajahnya. Senyum yang selalu menghiasi rupanya.
Hinata sudah menunggu Sasuke diluar.
Sasuke yang melihat Hinata kaget Hinata setia menunggunya,
Hinata menghambur memeluk Sasuke.
“Hey.. jika kau seperti ini, aku tak bisa melupakan mu.”
Hinata memukul pelan dada Sasuke,,
“Sasuke no baka” mereka berdua tersenyum.

Seseorang memperhatikan mereka dari dalam mobil tak jauh dari sana.
“Mungkin untuk sekarang kalian bisa bersenang-senang tapi takkan lama..”
Menghisap roroknya.
“Tuan, kemana kita sekarang?” Kabuto sang supir bertanya.
“Kita ke Manshion Sabaku”
xXx
“Kau tau? Aku di Paris selalu merindukan mu.”
“Aku juga merindukanmu”
“Hey hey.. bisakah kalian berhenti?? Aku sudah mendengar romance kalian berkali-kali!!”
“Kau iri ya Naruto?” Sasori melempar pertanyaan.
“Urusai Urusai Urusai…”
Deidara menggelengkan kepala. Sedangkan Tobi menertawakannya. Kemudian memegang dadanya yang merasa ngilu.
“HA.. itu keramat menertawakan ku Tobi-chan” Naruto menyengir tanpa dosa.
 Sasuke dan Hinata saling tersenyum.
 Sasuke memulai semuanya dari awal, mengambil, sebuah gudang tua dan mendesainya menjadi tempat olahraga yang keren, dengan bantuan Hinata.
xXx
 “Aku mencintai Sasuke Tou-san”
“Tou-san…tak menyukainya. Jauhi dia dan sebentar lagi kau akan menikah dengan Gaara”
“Aku tidak mau!!”
“Jika kau membantah, Tou-san tak segan-segan menghancurkannya.”
“Tou-san!!” Kali ini Hinata menitikkan airmatanya. Mengepal erat tangannya.
“Jangan sentuh dia”
“Tak akan jika kau menyetujui pernikahan dengan Sabaku”
‘Hinata maafkan Tou-san.. Tou-san tak mau kau bersama anak Fugaku berengsek itu, Tou-san tak mau kau akan berakhir seperti Mikoto’ Lirihnya
xXx

“Kau melamunkan Sasuke dan Tuo-san”
“Dia bukan Tousan mu Gaara, untuk apa kau kemari?”
“Aku disini untuk memberikan semuah keterkejutan, bukan kejutan, kau calon istri ku Hinata”
 “Ini menjadi seperti sebuah drama kan?”  Lanjut Gaara mendekat, semakin mendekat.
Hinata mendorong tubuh Gaara dan meninggalkannya.
Gaara menggeram..
“Satu-satunya kebenaran adalah saat kau menjadi  milikku Hinata”
‘Aku akan menciptakan kekacauan dalam kisah mereka’
xXx
Sasuke melihat Itachi ke Rumah Sakit. Sasuke mengikutinya.
Disana terbaring 2 tahun lamanya Fugaku dalam keadaan koma. Sasuke yang baru mengetahuinya mencegat Itachi yang baru saja keluar dari ruangan.
“Apa yang terjadi pada Tou-san Hahh”Sasuke mencegkram kerah Itachi.
Itachi menepis tangan Sasuke.
“Kau tau Tou-san sangat membenci Hiashi? Sebelumnya Tou-san berkelahi dengan Hiashi dan terungkaplah awal permusuhan mereka. Kenapa Tou-san menyuruhmu menculik dan membunuh Hinata, dan apa yang kau lakukan??”
“Aku memang marah kepada Tou-san ketika mengetahui kebenaran yang sebenarnya. Namun aku mengerti kenapa Tou-san melakukannya. Mungkin kita memang tak diinginkan. Namun aku mohon padamu bahagiakanlah Tou-san, selama ini dia sudah menderita. Jauhi Hinata.” Lanjutnya
Itachi menangis. Tubuhnya limbung. Sasuke menangkapnya. Itachi tak tau harus membenci, marah dan perasaan menyayangi Tou-sannya. Menatap kosong pada Sasuke.
“Aku merasa bersalah, Tou-san meindungi ku harusnya yang terbaring disana adalah aku!”
Sasuke tak berkata apapun.
xXx
 “Jauhi Hinata, kau tahu dia calon istri ku”
“Aku tau bahwa cinta itu sia-sia.. jagalah dia, dan jangan pernah menyakitinya”
Gaara tersenyum mendengar perkataan Sasuke.
“Kau hanya seorang penjahat yang mencintai hime seorang putri Hiashi Hyuuga, kejahatan mengalir dalam pembuluh darah mu Sasuke.”
“Hn”
“Sandiwara ini harusnya sudah berakhir, mengerti?”
Sasuke berlalu meninggalkan Gaara.
xXx
Gaara membuat kesepakatan bersama Sasuke, meningat Hinata keras kepala, dia takkan mudah percaya begitu saja jika tak melihat dengan mata kepaanya sendiri.
“Mengapa kau..”
“Ikut aku.. cepat” Gaara membawa Hinata kesebuah Kafe
“Untuk apa kau membawaku kesini, aku mau pulang” Gaara menahan tangan Hinata.
Seketika mata Hinata tertuju pada tatapan Gaara di salah satu meja.
“Sa..Su.. Ke- kun?” Mata Hinata melebur ketika melihat Sasuke mencium wanita pink sahabat Hinata sendiri.
“Ini tidak benar kan? JAWAB AKU SASUE-KUN??”
PLAKkk
Satu tamparan mendarat mulus di pipi Sasuke.
Hinata segera keluar dari kafe.
“ Kerja yang bagus..” Gaara menghampri Sasuke dan Sakura, dan berlalu menyusul Hinata.
Tertingal Sasuke yang mematung diam, dan Sakura yang merasa bersalah.
“Gomen.. Sasuke-kun, aku tau kisa cinta kalian, aku sangat merasa bersalah pada Hinata-chan”
Sebenarnya Sakura sudah menolak ajakan ciuman pura-pura Sasuke untuk mengelabui Hinata. Dan setelah mendengar cerita Sasuke, Sakura masih saja menolak. Hingga Sasuke memohon berlutut karena ini demi kebaikan Hinata. Sakura dengan terpaksa menyetujuinya.
“Ini demi kebaikan Hinata. Gomen Sakura, aku sudah melibatkamu.”Sasuke tertunduk lemas.
“Aku akan ke Rumah Sakit” Sasuke berlalu meninggalkan Sakura.
xXx
Di Rumah Sakit
“Tou-san.. maafkan aku, aku tidak bisa membunuhnya. Aku tidak bisa..”
Tak  ada jawaban, hanya suara alat deteksi jantung di monitor yang terdengar.
Pandangan matanya kini terlihat kosong. Besok pernikahan Hinata. Haruskah dia datang  melihatnya untuk yang terakhir kali. Sebelum kepergiannya untuk selamanya.
“Besok .. Aku ingin melihatnya untuk yang terakhir kali, mungkin aku akan lari dari semua ini, dan menghilang untuk selamanya. “
Sakura yang berada di luar tercegat beberapa saat ketika hendak membuka pintu. Berbalik dan langsung berlari, meski hatinya hancur. Tak ada kesempatan untunya. Air mata membuat Sakura tak focus dan menabrak seorang pria.
Bruk
Sakura terjatuh, juga pemuda itu. Sakura buru-buru bangkit mengusap air matanya berbungkuk meminta maaf pada pria yang ia tabrak barusan.
“Gomen aku buru-buru”
“Tattebayo,, eh Heyy!! Syal mu ..tertinggal” Naruto memungut Syal merah itu dan memakainya.
“Gadis itu terburu-buru sekali, dia bahkan tak perduli dengan syalnya..” Deidara melihat gadis yang berlari yang barusan menabrak Naruto.
“Naruto-chan kau tak boleh memakai punya orang” Tobi memberi nasehat
“Berhetilah memanggilku degan susfik chan yang menggelikan itu. Cukup kau saja yang dipaggil Tobi-chan.” Naruto yang tak terima dirinya dipanggil chan.
Tobi hanya mangut-mangut
Mereka ingin menjenguk ayah Sasuke.
Sasuke keluar dari ruangan Fugaku.
Pintu tertutup menampilkan jari-jari Fugaku yang bergerak.
“Sa.. su. ke”
xXx
Naruto melihat Sasuke yang baru saja keluar dari ruang rawat Fugaku.
“Oi Teme..” Dengan nada cemprengya.
Deidara berada di samping Naruto langsung menjitaknya
Pleetak
“Ittai.. “Memusut-musut kepalanya
“Baka kau lupa ini rumah sakit hah??” Deidara dengan suara sedikit berbisik
“Hehehe gomen gomen..” Dengan cengiran khas tanpa dosanya
Tobi hanya menutup mulitnya rapat-rapat, takut kena jitakan maut Deidara.
“Kalian.. aku sudah ingin pulang, jika kalian ingin menjenguk Tou-san ruang rawatnya ada di sana” Sasuke menunjuk ruangan yang baru saja ia hampiri.
“Kau tak mau menemani kami?” Naruto kembali bertanya
“Tidak” Sasuke berlalu
“Dia kenapa?” ..
“Sudahlah Naruto bukankah kita kesini memang untuk menjenguk Fugaku-sama.”
Mereka masuk.

xXx
“Fugaku-sama “ Mereka semua membungkuk hormat.
“Dimana Sasuke?” Fugaku ingin bangun dari posisi berbaringnya. Dengan sigap mereka membantu.
“Sasuke baru saja pergi, kami tidak tau dia kemana, tetapi..” Naruto berusaha menutup mulit Tobi.
“Tapi apa Tobi, jangan ada yang kalian sembunyikan dariku, katakana saja. Apa yang terjadi dengannya” Yang dimaksud Fugaku adalah Sasuke
Naruto menceritakan semuanya perihal tugas yang diberikan pada Sasuke, dan tentang hubungan mereka.
xXx
“Darah tak mengalir melalui pembuluh darahnya. Tapi kejahatanlah yang mengalirinya. Semua itu karena aku. Tolong katakan pada Sasuke, kejarlah gadis Hyuuga itu. Aku merestui mereka”
“H- Hai” Jawab mereka,
xXx
 “Untuk menjaga kebohongan ini tetap hidup, kebenaran harus mati” Gaara membatasi siapapun yang ingin bertemu Hinatanya.
Mengusir kehadiran Sakura.
“Aku harus bertemu Hinata-chan ku mohon biarkan aku bertemu dengannya”
“Maafkan kami nona, tapi Nona Hinata tak bisa bertemu dengan anda.”
xXx
“Kami semua tau soal kisah cinta mu Sasuke”
“Hn”
“Fugaku-sama..menginginkan kau mengejar cintamu”
“Apa maksud kalian?”
“Fugaku-sama sudah sadar,,” Sasuke yang mendengar itu langsung berlari mencari kunci mobilnya menuju Konoha Hospital.
Hoss Hoss Hosss..
“Tou-san??” Sasuke mecari-cari Tou-sannya
“Tou-san? “ Ulangnya, berlari keluar mencari suster dan bertanya
“Uciha-sama sedang berada di taman samping bersama seseorang yang mirip seperti anda”
Sasuke memberi hormat tanda terimakasih. Dan menuju tempat yang di katakana suster tadi. Dan benar disana ada Fugaku dengan kursi roda bersama Itachi yang membawanya berkeliling taman.
Sasuke tak bisa menyembunyikan raut bahagianya melihat Tou-sannya.
Fugaku yang melihat Sasuke, meminta Itachi membawanya ke tempat Sasuke.
“Sasuke maafkan Tou-san” Sasuke memeluk Tou-sannya
“Kejarlah gadis impian mu itu. Kalian saling mencintai” Fugaku menepuk peln pundak Sasuke, memberinya semangat.
Namun sesaat wajah ceria itu berubah mejadi sendu.
“Baka otouto untuk apa kau memikirkan yang lain. Kejar dia. Jika dia benar-benar mencintai mu dia tak akan membencimu”
“Yossh.. apakah tugas kami sekarang adalah mengacaukan pernikahan orang, Letan Sasuke” Naruto dan teman-teman keluar dari persembunyian, rupa-rupanya mereka membuntuti Sasuke.
“Tak perlu menunggu besok. Hari ini juga aku akan ke sana”
“Tidak bisa..” Sakura tiba-tiba datang diantara mereka.
“Aku baru saja dari sana, namun aku diusir.” Bahkan Ino dan Tenten tidak bisa bertemu Hinata, tak ada akses untuk menghubunginya”
“Tak ada cara lain, kalian tau apa yang akan kalian lakukan besok” Sasuke menyeringai
xXx
“Hey!! Kau gadis yang menabrak ku” Naruto menunjuk-nunjuk Sakura
“ Ini syal ku yang hilang” Sakura tak mengubris pertanyaaan Naruto
“Kau.. Akkhh dasar gadis tak tau sopan-santun” Naruto mngecak-ngacak rambutnya
“Kau sendiri mencuri syal ku, dan waktu itu aku terburu-buru”
“Kau yang menjatuhkannya. Aku memanggilmu, namun kau tak mendengarku”
Mereka beertengkar.
“Mereka menemukan jodohnya, Dei-senpai” Tobi mulai aneh
“Ha?? A- apa apaan kau,, aku masih normal” Deidara mengambil petasan-petasan yang dibelinya tadi untuk membuat kericuhan di hari pernikahan. Sekarang ia gunakan untuk melempar kearah Tobi.
“Dei-senpai jahattt..”
Petasan Deidara habis. Sasori mengambil sesuatu yang ia beli untuk menghancurkan pernikahan Hinata.
“Bagaimana dengan ini” Sasori menunjukkan racun yang ia beli tadi.
“Kau gila!! Sontak semuanya mengatainya
“Hey dengan ini kita bisa membawa Hinata-chan dengan aman”
“Bagaimana jika Hinata-chan juga kena hah?? Bisa-bisa kita yang minum racun jika Sasuke ngamuk” Naruto menjelaskan. Sakura merasa ngeri dengan saran teman-teman Sasuke itu.
Fugaku yang melihat keakraban mereka tersenyum.
“Sakura, bagaimana dengan Kizashi”
“Tou-san sudah membaik.”
xXx
Hari Pernikahan
“Aku siap untuk membawamu bersama Hinata” Sasuke dengan teman-temannya bersiap-siap
Hanya orang-orang tertentu yang hadir dalam pesta pernikahan. Tak ada satupun teman-teman Hinata yang diundang.
Hinata dan Gaara menaiki altar, pendeta Jiraya sudah menunggu disana.
“Hentikan” Hinata melihat seseorang yang berteriak. Yang berteriak itu adalah Sakura, Sakura yang menyamar menjadi Kaa-sannya. Mencopot wiknya.
 “Hinata Sasuke mencintai mu. Aku dan Sasuke waktu itu hanya sebuah sandiwara. Kumohon hentikan pernikahan ini” Sakura berteriak.
“Seret keluar perempuan gila itu” Kankuro menyuruh dua bodyguard membawa Sakura keluar dari sana.
Namun Naruto datang menghajar dua bodyguard yang menyentuh Sakura.
Sasori Deydara dan Tobi juga mengacau
‘cih bagaimana mereka bisa masuk’
Gaara mulai marah.
Sasuke muncul di antara gerumunan orang.
“Hinata aku mencitai mu” Ucap Sasuke tulus
Sasuke mengulurkan tagannya. Hinata hendak menggapai tangan Sasuke namun Gaara mencegatnya.
Gaara menarik Hinata menggeretak dengan mengambil pistol di sakunya. Menodongkan di kepala Hinata.
“Minggir kalian, beri jalan. Aku bilang BERI JALAN!!”
Sasuke dengan hati-hati mencari celah kelengahan Gaara.
Hiashi yang mengetahui kebenarannya bahwa Sabaku hanya ingin mengambil harta keluarga Hyuuga sangat marah. 
Sabaku Rasa juga menodongnya dengan senjata api.
“Kau benar-benar bajingan Sabaku”
“Apapun itu aku tak peduli, cepat tanda tangani ini. Jika kau dan anak-anak mu ingin selamat.”
Temari mengeluarkan Hanabi yang sudah diikat, sambil menodong dengan pistol yang kapan saja bisa menembus kepalanya. Kankuro menyeret Neji yang sudah berlumuran darah akibat dihajar.
“Sebenarnya aku ingin serius dengan mu Hinata, aku benar-benar menyukai mu, namun karena…kau haya memilih Sasuke apa boleh buat” Gaara terseenyum kecut
“Kau merusak kepercayaan semua orang Gaara”
“Aku tak peduli”
Sasuke mendapat kesempatan menendang pistol itu dan menarik Hinata.
Sudut bibir Gaara mengeluarkan darah.
xXx
Hiashi mengambil kertas itu,
“Cepat!!” Desak Sabau Rasa ayah Gaara
Hiashi merobek kertas itu. Sabaku Rasa sangat marah menarik pelatuknya ..
DORRR
Darah mengalir diantai.
xXx
Hinata menggigit tangan Gaara. Dan berlari kearah Sasuke.
Sasuke menghajar Gaara begitu pula sebaliknya, pukulan-pukulan telak. Darah mengalir di sudut bibir mereka. Gaara bangkit dengan pisau di tanganya. Hinata melihatnya. Hinata mendorong Sasuke.
Creep !
Keringat dingin, wajahnya memucat.
“Hina-ta .. “ Gaara terperenjat.
Pisau yang dipegangnya terjatuh. Sasuke melihat darah menetes. Hinata hampir ambruk. Gaara memeluk Hinata..
“Hinata… Hinata.. Hiks hiks..” Gaara sangat takut
“KUSSO!!.. “ Sasuke menghajar Gaara dengan brutalnya.
Itachi datang memisahkan Sasuke.
“LEPASKAN..  ARRRGGGG… akan ku bunuh kau Gaara” Sasuke memberontak
“GHAKKK” Gaara memuntahkan darah.
“Hinata.. HINATAAAAA” Sasuke memanggil namanya, Hinata langsung di bawa ke rumah Sakit, Madara kepala polisi kakek Sasuke datang membawa pasukannya.
xXx
Kembali ketempat Hiashi.
“TOU-SANN!!” Neji berteriak.
Hanabi yang mendengar suara tembakan dan teriakan Neji menangis histeris.
BRUKK
 Sabaku Rasa ambruk. Mata Neji melebur. Bukan Tou-sannya. Tapi si Sabaku ayah Gaara yang ambruk.
“Tou-san..Tou-san TOUSANNNN hiks hiks hiks” Temari menangis
Madara Uciha yang menembaknya.
Hiashi yang melihatnya terkejut. Uciha dan Hyuuga sudah bermusuhan sejak lama tapi kenapa dengan semua ini . apa yang terjadi?
Seluruh anggota Sabaku diringkus.
xXx
“Sulit untuk disampaikan, kurasa inilah akhirnya.” Menjeda sedikit, lalu melanjutkan.
“Karena kesalahan ku dimasa lalu, membawa permusuhan hingga kepada kalian. Maafkan aku” Madara Uciha membungkuk meminta maaf pada Hiashi.
Suara Sirine ambulan membawa Hinata, diikuti mobil berikutnya yang membawa Sasuke, Sasuke mengamuk, mendorong setiap orang yang ingin membantunya. Berlari tertatih-tatih tanpa mempedulikan lukanya. Hanya Hinata yang ada dalam pikirannya.
xXx
Konoha Hopital
“Untungnya tak ada organ yang terluka”
“Hinata kehilangan banyak darah, jadi dia akan tinggal selama beberapa hari disini”
“Ya saya mengerti” Hiashi
xXx
“Operasinya berjalan lancar kau tak perlu secemas itu” Itachi berusaha menenangkan otoutonya yang kelihatan gusar semalaman tak bisa tidur.
xXx
 “Hatiku berpikir… tapi aku masih tak tahu.” Hiashi berbicara
 “Kau masih belum siap menerima kenyataan bahwa Hinata mencintai Sasuke kan?” Madara member pendapatnya.
“Perasaan itu datang terlambat, aku sangat menyesal aku hanya tak ingin Sasuke berakhir seperti ku.” Fugaku
“Bisakah aku percaya pada Sasuke putramu?” Hiashi
“Pada akhirnya jika kalian tetap berkeras tak menjadi hanya sebuah kemungkinan mereka akan mengakhiri kisah cinta dalam sebuah kematian, penyesalan selalu datang disaat terakhir. Aku menyesal karena permusuhanku dengan alarhum Kaguya akan berujung seperti ini.“ Madara menyesalinya.
Kaguya adalah ibu dari Hitomi. Permusuhan yang membuat anak mereka menjadi korban dan berlanjut menjadi sebuah dendam.
“Kesalahan kami dimasa lalu menjebak kalian dalam lingkaran yang kami ciptakan. Maafkan aku. Ini semua adalah salahku” Madara hendak berlutut di depan Hiashi. Hiashi menahannya.
“Selama ini aku menyembunyikan kebenarannya bahwa Hinata hanya mencintai Sasuke” Hiashi
xXx
.
.
.
Hinata turun dari balkon dengan gaun putih cantiknya.
Sasuke datang dengan menaiki kuda putih, katana di pinggangnya. Bak seorang pangeran yang menjemput sang putri seperti sebuah dongeng.
Fugaku dan Hiashi bersulang.
Pernikahan 2 bangsawan yang sangat menarik perhatian tak luput dari sorotan para reporter.
Madara sibuk dengan para wartawan yang menginginkannya menceritakan perjuangan Sasuke mendapatkan sang putri Hyuuga.
Toneri memberi selamat kepada Hinata dan Sasuke.
“Kau.. jaga dia baik-baik” Toneri memeluk Sasuke menepuk pundaknya.
Tiba Hinata melemparkan bunga Sakura Ino Tenten dan Temari siap berebut.
“Dasar para wanita..” Deidara sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Ku pikir kau juga wanita” Neji berada di samping Deidara..
“GYAAAAAA” Deidara kaget tak sengaja menjatuhkan gelas yang dipegangnya.
“A-a..ku laki-laki, a-a-pa kau perlu bukti??”
Neji tak menggubris perkataannya, dan langsung berbalik ketika berbalik dia menabrak seorang gadis, ya gadis bercepol yang sangat mengidolakannya.
“Daijobbu ka?” Neji memegang tangan Tenten, membuat yang empunya tangan wajahnya memerah dan pingsan.
“Hahh.. kau.. apa boleh buat aku akan membawanya ke kamar ku membiarkan dia beristirahat” Neji mengangkat Tenten.
xXx
Sakura sangat senang mendapat bunga yang menjadi rebutan para gadis itu.
Sakura membawanya kepada Naruto, namun Naruto bersin-bersin, tiap didekati Sakura.
“Kau kenapa?” Tanya Sakura
“A-Aku hatchi… Alergi bunga itu hat..chi” Menggosok-gosok hidungnya yang kini memerah.
Sakura cemberut, mengerucutkan bibirnya menaruh bunga itu ke meja yang jauh.
“Anata .. jangan cemberut dong. Kita pasti akan menyusul mereka” Naruto tersenyum.
Memeluk belakang Sakura.
Ino sangat senang dirinya kini berdekatan dengan sang pelukis terkenal yang juga ada di pernikahan Hinata. Sai mengabadikan pernikahan dua bangsawan yang dulu adalah rival itu, dengan melukis kebersamaan mereka.
Ino : “Bolehkah aku meminta foto bersama?”
Sai : “Kau sangat cantik. Bolah.”
Sai : “Jika kau mau aku ingin melukis mu sebagai modelku” Lanjut Sai
Ino sumringah mendengarnya.
“Aku sangat mau” Jawaban Ino membuat senyuman Sai semakin mengembang.
xXx
Kembali ketempat Sasuke dan Hinata
“Aku mencintai mu Hinata” Sasuke memeluk Hinata dari belakang
“Um.. Bagaimana jika aku tidak”
Perkataan Hinata membuat Sasuke memelototkan matanya,
“Katakan saja kebenarannya! jika tidak..” Sasuke menggelitik Hinata
Tawa mereka tak lepas dari sorotan kamera reporter yang akan menjadi trending topic artikel mereka.
“Baiklah. Bailah aku menyerah” Sontak Sasuke menaikkan sudut bibirnya. Memutar balik tubuh Hinata yang baru saja menjadi nyonya Uciha.
“Cepat katakana aku ingin mendengarnya”
“Tapi disini banyak kamera Sasuke-kun”
“Aku tak peduli” Sasuke terlihat merajuk
“Aku mencintai mu Sasuke-kun, sangat mencintai mu” Sasuke tak berhenti menatap sang istri, membuatnya yang sedari tadi berada di pelukan Sasuke tak bisa menyembunyikan rona merah yang menghiasi pipinya karena sangat malu.
Cup
Sasuke yang mencium Hinata.
xXx
Hari ini Sabaku Rasa keluar dari Rumah Sakit dan menjalani pemeriksaan introgasi lebih lanjut. Kankuro dan Temari bersama Gaara. Menunggu siding yang akan memutuskan hukuman mereka.
xXx
Ketika semuanya terasa berat untukku..
Aku tak bisa berpikir apapun, hanya kau yang ada dalam pikiranku Sasuke
.
Ketika ku putuskan untuk menghilang baying-bayang mu mengusikku.
Aku tak bisa membiarkan mu bersamanya.
Aku tak bisa..Hinata…
.
Ketika jalan yang ku tempuh adalah kecurangan.
Aku tak peduli jika itu adalah kau Hinata.
Namun  ternyata aku salah..karma ini pantas untukku
 aku menyesal..


END





Tidak ada komentar:

Posting Komentar